www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kuliner daging kerbau di Kudus, sejarah toleransi dari masa ...

Posted by On 01.07

Kuliner daging kerbau di Kudus, sejarah toleransi dari masa ...

Kuliner daging kerbau di Kudus, sejarah toleransi dari masa dakwah sunan

satai kerbau Kudus
Image caption Satai kerbau, kuliner khas Kudus yang memiliki sejarah panjang dari masa Sunan Kudus.

Sunoto sibuk mengipasi arang di atas panggangan satai. Saat itu hanya beberapa tusuk satai yang tersisa.

"Ini satai terakhir, setelah ini habis," kata Sunoto sambil membolak-balik satainya agar matangnya rata.

Ia adalah penjual satai di Kudus, Jawa Tengah, generasi ketiga yang telah berjualan sejak 1950.

  • Saling bunuh, saling bakar sampai... ’sayang kamu semua’: Mantan tentara anak Islam dan Kristen Ambon
  • Kisah mantan tentara anak Ambon: Bermusuhan, bersahabat dan menjadi duta damai
  • Inspirasi perdamaian dari Ambon: 'Kamu rasa, saya rasa yang sempat terkoyak'

Satai yang dia jual adalah satai kerbau, ciri khas kuliner di Kudusâ€"kota dengan sejarah panjang kerukunan umat beragama sejak masa Sunan Kudus Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan.

Image caption Penjual satai kerbau Sunoto, warung yang telah dijalani selama tiga generasi.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Nadjib Hasan, mengatakan saat itu Sunan Kudus melihat masyarakat setempat sudah memeluk agama Hindu yang sangat menghormati sapi.

Untuk menghormati pemeluk agama Hindu, kata Na djib, Sunan Kudus melarang para pengikutnya menyembelih sapi agar tidak melukai hati pemeluk agama Hindu.

Sejak itulah masyarakat yang ingin mengkonsumsi daging memilih menyembelih kerbau sebagai gantinya.

"Ini juga bisa dilihat sebagai strategi dakwah Sunan Kudus yang mengajarkan kedamaian," jelas Nadjib Hasan kepada Furqon Ulya Himawan, wartawan di Yogyakarta yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Kuliner khas Kudus

Kuliner khas Kudus dengan bahan daging kerbau juga termasuk soto, pindang dan masakan daging lainnya.

"Bahan bakunya daging. Karena adanya daging kerbau, maka masakannya pakai daging kerbau. Dan masakan yang berbasis kerbau ini menjadi khas dari Kudus," kata Nadjib.

Sampai sekarang masyarakat Kudus masih tetap memegang teguh larangan Sunan Kudus untuk tindak menyembelih sapi, termasuk pada perayaan Idul Adha.

Image caption Hidangan soto kerbau.

Sikap saling membantu masyarakat, menurut Nadjib, sangat terlihat, antara lain saat peringatan Sunan Kudus pada 10 Muharam dengan ribuan orang ikut memberi sumbangan atau mendapat pembagian nasi, termasuk warga non-Muslim.

"Bahkan yang memberikan sumbangan untuk acara Haul Mbah Sunan Kudus itu juga dari masyakat non-Muslim. Artinya, kebersamaan ini masih terus terjaga sampai sekarang," kata Nadjib Hasan.

Sunoto, penjual satai kerbau juga memahami tradisi yang terus dijaga masyarakat Kudus.

"Dulu Kanjeng Sunan Kudus menghormati pemeluk agama Hindu yang mensucikan sapi. Maka untuk toleransinya tidak nyembelih sapi. Biar tidak menyinggung agama lain. Sampai sekarang dilestarikan dan menjadi ikon kuliner Kudus." ujar Sunoto.

Image caption Kompleks Masjid dan Menara Kudus yang juga melambangkan kebersamaan.

Sajian lain dengan daging kerbau termasuk soto, milik Elis Yudiani, generasi ketiga penjual kuliner ini.

Elis juga memahami mengapa kerbau yang dipilih saat kakeknya membuka warung soto ini.

  • Sinta Nuriyah: 17 tahun merawat keberagaman dengan sahur keliling
  • Buka puasa di gereja, kelompok pemuda lintas agama Cirebon jaga toleransi

"Sapi kan hewan yang dianggap suci pemeluk agama Hindu. Jadi oleh Sunan Kudus tidak boleh disembelih," kata Elis.

Image caption Elis Yudiani, penjual soto kerbau.

Wujud toleransi ini juga terlihat dari bentuk bangunan Menara Kudus yang menjadi bagian dari kompleks makam Sunan Kudus, yang aktif dari abad ke-15 sampai 16.

Menara ini berbentuk seperti candi, sesuatu yang menunjukkan sikap toleransi Sunan Kudus saat Islam menyebar di daerah itu.

Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »