www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kisah Aries Susanti, 'Spiderwoman' juara dunia panjat tebing ...

Posted by On 23.30

Kisah Aries Susanti, 'Spiderwoman' juara dunia panjat tebing ...

Kisah Aries Susanti, 'Spiderwoman' juara dunia panjat tebing: Puasa tak halangi latihan

Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dalam kategori speed climbing di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina.Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dalam kategori speed climbing di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina.

Meski puasa, Aries Susanti, peraih medali emas kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina, tetap semangat berlatih. Itu semua dilakukan guna mengangkat nama I ndonesia di kancah internasional.

Sore itu, Aries Susanti Rahayu, 23, baru saja melakukan pemanasan otot agar tidak tegang.

Beberapa kali dia berlari-lari kecil, melakukan hanging pada sebuah tumpuan besi, dan skipping atau lompat tali selama beberapa kali.

Sejenak dia duduk melemaskan otot-otot kaki, lalu berdiri dan berlari-lari lagi.

Perempuan ini mendapat julukan 'Spiderwoman' karena kecepatannya memanjat tebing dan berhasil meraih medali emas kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing - IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Cina, Minggu (06/05).

  • Apa resep sukses kontingen atlet difabel Indonesia?
  • Indonesia juara umum ASEAN Para Games 2017

Aries Susanti menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 7,51 detik dan mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva.

Pada Selasa (22/05) lalu, Aries bersama anggota tim panjat tebing lainnya seperti Aspar Jaelolo y ang menyumbangkan medali perak, dan Puji Lestari yang menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia, berlatih di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta.

Itu adalah latihan pertamanya di bulan Ramadan setelah pulang dari laga Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu dan para atlit panjat tebing lainnya sedang melakukan doa bersama sebelum memulai latihan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Meski di bulan puasa, Aries tetap berlatih penuh semangat, sesekali bercanda dengan timnya.

"Waktu itu (saat pertandingan) yang di pikiran saya, pokoknya saya harus tenang dan harus bisa ngibarin bendera Merah Putih . Karena itu keingin saya dan teman-teman semua tim panjat tebing," ujar Aries, seperti dilaporkan wartawan di Yogyakarta, Yaya Ulya, untuk BBC Indonesia.

"Alhamdulillah saya bisa dapat nomor satu kemarin," katanya. "Tanpa orang-orang di belakang saya, pelatih, pengurus, dan kalau saya tidak dipanggil di pelatnas ini, belum tentu saya bisa berdiri di podium dan menang kemarin," ujarnya sambil terus tersenyum.

Aries lahir di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejak SD dia telah aktif di bidang atletik, dan pada kelas 2 SMP dia mulai terjun ke dunia panjat tebing.

"Saat itu saya dikenalkan guru saya, Pak Yuli. Dan saya melihat di TV ada olahraga panjat tebing yang seru dan menantang. Saat itulah saya tertarik panjat tebing," katanya.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu berkumpul bersama timnya sebelum melakukan latihan panjat tebing di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Dunia panjat tebing telah menjadi pilihan Aries. Sampai-sampai untuk menggeluti pilihannya secara serius, Aries meninggalkan bangku kuliah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) sebagai mahasiswi S1 Manajemen. "Semester 3 saya tinggal," katanya sambil tersenyum.

Tapi dia beharap, suatu saat bisa melanjutkan kuliahnya lagi di Unimus.

"Kalau bisa, mau saya lanjutkan sehabis Asian Games. Kalau tidak (bisa) ya saya kuliah lagi," imbuhnya.

Latihan di bulan puasa

Aries terus berlatih untuk menghadapai Asian Games 2018 nanti.

Sore itu dia telah bersiap menggenakan sepatu khusus panjat tebing. Dengan cekatan dia memasang seat h arness untuk mengikat tubuhnya ke tali.

  • Mengapa tanggapan kemenangan Ni Nengah di Paralimpiade tak seheboh Olimpiade?
  • SEA Games 2017: Keluh-kesah atlet yang tak kunjung diganti uang saku dan uang makan

Tangannya membawa kantung berisi bubuk putih magnesium klorida yang berfungi untuk mengurangi kelembapan pada telapak tangannya ketika memanjat tebing.

Aries berjalan menuju tebing setinggi 50 kaki atau seukuran 15 meter. Kaki kirinya menginjak papan elektornik, dan yang kanan menginjak pon pijakan di dinding panjatan.

Telapak tangannya terlihat kuat mencengkeram poin di dinding panjatan, siap untuk memulai.

Ketika lampu hijau menyala, Aries langsung bergegas memanjat tebing dengan cepat.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image capti on Aries Susanti Rahayu bersiap memanjat tebing dalam latihan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Tangan dan kakinya seolah hapal mana poin-poin yang harus dipegang dan diinjak sebagai tumpuan tubuhnya untuk naik. Dan setelah 8,26 detik, tangan kirinya menyentuh lampu merah sebagai tanda dia telah menyelesaikan panjatan.

Latihan di bulan puasa memang menguras energi, Aries mengaku badannya terasa lemas.

"Kita kan puasa dan (kalau) sorenya harus beraktivitas mungkin agak berat. Tapi buat saya, itu dinikmati saja. Mungkin kalau sore tidak kerasa yah, dan malah bisa untuk mengurangi rasa lapar saya," kata Aries.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu bergerak cepat memanjat tebing dalam latihan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta.

Meski begitu, di bulan puasa porsi latihan berkurang, yang tadinya intens pagi dan sore, kini hanya sore jam 16.00 sampai menjelang waktu buka puasa.

Hendra Basir, pelatih khusus speed tim panjat tebing Indonesia, mengatakan tim pelatih memiliki tugas besar untuk mengembalikan performa atlet dan menaikkan berat badan.

"Ini catatan besar buat tim pelatih, karena untuk mengembalikan performa harus mengembalikan komposisi otot dulu dan berat tubuhnya harus kembali seperti sedia kala," ujar Hendra.

Bukan satu-satunya 'Spiderwoman'

Penampilan Aries di IFSC World Cup 2018 membuatnya mendapat julukan Spiderwoman Indonesia. Namun dia buru-buru menimpali, "Di timnas ini banyak spiderwoman, bukan cuma saya," imbuhnya, merendah.

Dalam tim p anjat tebing, ada 20 atlet dalam kategori berbeda.

Untuk kategori speed ada 16 atlet yang terdiri delapan putra dan delapan putri termasuk Aries, dan kategori combine ada empat atlet terdiri dua putra dan dua putri.

"Untuk level performa semua sama, kebetulan yang menang kemarin itu Aries. Indonesia tidak hanya mengadalkan Aries saja. Ada Aries Susanti, Rajiah Salsabila, Puji Lesrati, Nurul Iqamah, dan lain-lain," ujar Hendra.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aspar Jaelolo yang menyumbangkan medali perak kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing - IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China, melakukan latihan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Selain di kategori speed, Hendra mengatakan, Indonesia memilki peluang mendapatkan medali di kategori combine.

"Target dari Kemenpora, dua medali emas. Kita berharap bisa mencapai itu dan bahkan melebihi," kata Hendra.

Di Asian Games, menurut Hendra, Indonesia akan menghadapai lawan kuat seperti Iran, dan Cina di kategori speed putra, sedangkan untuk kategori speed putri ada Cina, Kazakhstan, dan Iran.

Aries pun tak mau terlena dengan kemenangan yang telah dia raih.

"Yang pasti kita semua ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Dan semoga saya bisa mempertahankan, syukur-syukur bisa lebih berprestasi lagi ke depannya," kata Aries.

Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »