www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bawaslu Jawa Tengah Serius Tindaklanjuti Dugaan Politik Uang di ...

Posted by On 09.19

Bawaslu Jawa Tengah Serius Tindaklanjuti Dugaan Politik Uang di ...

Pilkada Serentak 2018

Bawaslu Jawa Tengah Serius Tindaklanjuti Dugaan Politik Uang di Temanggung, Mau Diproses Hukum

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah memproses dugaan politik uang yang terjadi di Kabupaten Temanggung.

Bawaslu Jawa Tengah Serius Tindaklanjuti Dugaan Politik Uang di Temanggung, Mau Diproses HukumKOMPAS.com/IKA FITRIANATim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Temanggung memperlihatkan barang bukti sejumlah uang pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000 yang dimasukkan ke dalam 186 amplop yang diduga digunakan untuk politik uang pada pilkada di Temanggung, Rabu (27/6/2018). < p>Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNNEWS.COM, MEGELANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah memproses dugaan politik uang yang terjadi di Kabupaten Temanggung.

Kurang lebih terdapat 11 laporan politik uang, tetapi baru sebanyak tujuh laporan yang ditindaklanjuti.

"Ada sebanyak 11 laporan yang masuk kepada kami atas dugaan praktik politik uang. Namun kami baru memproses sebanyak tujuh laporan," ujar Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka, Jumat (29/6/2018) saat melakukan kunjungan ke Kantor Panwaslu Kabupaten Magelang.

Fajar menuturkan, pelanggaran Pilkada ini dikatakannya telah masuk ranah pidana.

Artinya, laporan akan ditindaklanjuti secara hukum. Pihaknya sudah menindaklanjuti ketujuh laporan politik uang tersebut, termasuk dengan memanggil saksi, dan terlapor untuk melakukan klarifikasi.

"Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk dari pelapor dan t erlapor. Sebagian ada yang sudah hadir, ada yang belum hadir. Yang belum hadir kita panggil lagi. Kami memberikan waktu sampai lima hari maksimal. Kalau tidak akan dilakukan tindakan tegas." ujar Fajar.

Lanjut Fajar, praktik politik uang sendiri dilakukan secara sporadis, dan bukan secara massif.

Modusnya, oknum pelaku memberikan amplop berisi uang agar warga dapat memilih salah satu pasangan calon tertentu.

Aksi ini dilakukan malam jelang pemungutan suara dan pagi sebelum pemungutan suara dimulai.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Sugiyarto Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Mengapa Jenazah Korban KM Sinar Bangun Tak Mengapung? Ketua KNKT Umpamakan di Dalam Kulkas Sumber: Berita Jawa Tengah

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »