www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Santri di Pesantren Ini Bikin Peci, Pasarnya Sudah Seluruh Indonesia

Posted by On 07.51

Santri di Pesantren Ini Bikin Peci, Pasarnya Sudah Seluruh Indonesia

SEMARANG, KOMPAS.com â€" Sebuah pondok pesantren di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah beberapa tahun ini mulai mengajarkan santrinya berwirausaha. Para santri tak hanya dididik belajar agama, namun juga dibekali keterampilan dan jiwa berwirausaha sejak dini.

Pekerjaan itulah yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Hidayah, di Desa Bandung, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Para santrinya dibekali keterampilan berwirausaha mulai dari usaha konveksi, pembuatan peci, peternakan, pembuatan tempe-tahu, menjaga toko kelontong, hingga usaha lainnya.

Satu diantara usaha itu yaitu usaha pembuatan peci atau kopiah. Dari tangan para santri, peci yang sudah jadi dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan di masa Ramadan ini, kebutuhan peci meningkat pesat.

Tri Sulistiyo, Koordinator pemasaran Peci Pesantren Nurul Hidayah mengatakan, para santri biasanya melakukan pekerjaan membuat peci di sela kegiatan mengaji. Pembuatan peci dilakukan pada 08.00-12.00 pada pagi harinya, kemudian pukul 13.00-16.00 untuk sore harinya.

Baca juga: Polisi Temukan Bahan Peledak di Rumah Orangtua Terduga Teroris

“Pasar peci ini sudah ke luar Jawa, di Pulau Jawa sudah dimasuki semua,” ujar Tri, kepada Kompascom, Sabtu (19/5/2018).

Untuk satu peci hasil karya santri dijual dengan harga amat terjangkau. Untuk satu peci dipatok Rp 50 ribu. Sementara peci dengan tambahan bordir dipatok Rp 60 ribu.

Menghadapi bulan Ramadhan, kata dia, santri di pesantrennya bahkan harus lembur untuk memenuhi pesanan. Setiap bulan, produksi peci hingga 50-70 kodi. Padahal di bulan normal, produksi hanya 30 kodi perbulan.

“Menjelang lebaran ini ramai. Santri kerjanya ekstra kadang. Kita bahkan sampai menolak pesanan, karena memang tidak tercukupi,” tambahnya.

Kebutuhan pasar yang besar itu, sambung dia, belu m dibarengi dengan tenaga kerja yang terampil. Dari santri yang bekerja di bidang konveksi, hanya beberapa yang mahir menjahit. Jumlah santri di Nurul Hidayah mencapai 500 orang, namun hanya 25 santri yang bekerja di bidang ini. Lainnya tersebar di berbagai jenis usaha lain.

“Kita kendala di tenaga kerja, terutama yang mahir menjahit itu minim. Kita kebanjiran order,” ucapnya.

Baca juga: Dusun Mlangi, Kampung Pesantren Tempat Mondok Pelajar Non Muslim

Ditabung

Dalam berusaha itu, para santri diberi upah tiap bulannya. Penghasilan dibedakan dari tiap produktivitasnya. Upah yang diberikan terkadang sisa untuk dibawa pulang kampung. Upah tiap bulan bahkan bisa sampai Rp 1 juta, namun rata-rata Rp 300-400 ribu perbulan.

Penghasilan itu pun oleh santri digunakan untuk bekal sehari-hari, sehingga tidak perlu mengandalkan uang kiriman orang tua. Jika sisa, upah bisa ditabung untuk dibawa pulang.

“Santri ini k an bekerja kepada Pak kiai, dan mendapat honor. Setiap bulan berapa nanti bisa diambil dan bisa juga disisakan. Sisanya masih di Pak kiai, akhir tahun ketika pulang, bisa membawa uang dari hasil bekerja,” tambahnya.

Meski diberi keterampilan kerja, Tri menegaskan, pesantren yang berdiri sjeak 1992 ini tetap mendidik santrinya untuk belajar agama. Namun di sela-sela mengaji itulah diberikan keahilian atau keterampilan.

“Ada yang bisa tukang kayu, tukang batu, saat ini mulai ada peternak telur ada 1.500 ekor dan santri yang mengelola. Kita tiap hari dapat 10 krat telur,” ujarnya.

Kompas TV Nike Lidiyastuti kini meluaskan bisnisnya ke Makassar, Surabaya, Hingga Jayapura.



Berita Terkait

Tahun Politik, Ini Pesan Jokowi untuk Para Santri

Datangi Ponpes Sunan Drajat, Prabowo Disambut Santri dan Kader Gerindra

Atraksi Dilindas Mobil Berakhir Tragis, Seorang Santri Tewas

Romy: Cawapres untuk Jokowi Harus Muda dan Santri

Di Pesantren Ini, Empat Santri Berhasil Membuat Mobil Bertenaga Surya

Terkini Lainnya

Oknum Guru Diduga Cabuli Muridnya di Palembang

Oknum Guru Diduga Cabuli Muridnya di Palembang

Regional 19/05/2018, 21:42 WIB 'Setiap Ada Bom, Publ   ik Buru-buru Bilang Intelijen Kecolongan...'

"Setiap Ada Bom, Publik Buru-buru Bilang Intelijen Kecolongan..."

Nasional 19/05/2018, 21:32 WIB Sosialisasikan 'Safety Riding', Polisi Gresik Bergaya bak 'Superhero'

Sosialisasikan "Safety Riding", Polisi Gresik Bergaya bak "Superhero"

Regional 19/05/2018, 21:28 WIB AHY dan Sandiaga Bertemu Jajaki Koalisi Pilpres 2019

AHY dan Sandiaga Bertemu Jajaki Koalisi Pilpres 2019

Nasional 19/05/2018, 21:19 WIB Jarak Puskesma   s 20 Km, Seorang Ibu Meninggal Dunia saat Melahirkan

Jarak Puskesmas 20 Km, Seorang Ibu Meninggal Dunia saat Melahirkan

Regional 19/05/2018, 21:09 WIB Menolak Saat Diajak Berpelukan, Pria Ini Dihajar Kekasihnya

Menolak Saat Diajak Berpelukan, Pria Ini Dihajar Kekasihnya

Internasional 19/05/2018, 20:58 WIB Trump: AS Bakal Tarik Bantuan dari Suriah Barat

Trump: AS Bakal Tarik Bantuan dari Suriah Barat

Internasional 19/05/2018, 20:57 WIB Program Deradikalisasi BNPT Dianggap Tak Jelas Arahnya

Program Der adikalisasi BNPT Dianggap Tak Jelas Arahnya

Nasional 19/05/2018, 20:48 WIB Setelah Pengerjaan Relokasi Pipa, Suplai Air Palyja Berangsur Normal

Setelah Pengerjaan Relokasi Pipa, Suplai Air Palyja Berangsur Normal

Megapolitan 19/05/2018, 20:48 WIB Simpang Duren Tiga Yang Sebelumnya Ditutup Kini Bisa Dilintasi

Simpang Duren Tiga Yang Sebelumnya Ditutup Kini Bisa Dilintasi

Megapolitan 19/05/2018, 20:39 WIB Moqtada al-Sadr, Ulama dan Pemimpin Milisi Pemenang Pemilu Irak

Moqtada al-Sadr, Ulama dan Pemimpin Milisi Pemena ng Pemilu Irak

Internasional 19/05/2018, 20:29 WIB Komnas HAM Tak Sepakat Pengaktifan Kembali Koopsusgab TNI Diatur Perpres

Komnas HAM Tak Sepakat Pengaktifan Kembali Koopsusgab TNI Diatur Perpres

Nasional 19/05/2018, 20:26 WIB Kronologi Tewasnya Anak Pemilik Rumah Makan Padang Saat Kebakaran di Kelurahan Duren Tiga

Kronologi Tewasnya Anak Pemilik Rumah Makan Padang Saat Kebakaran di Kelurahan Duren Tiga

Megapolitan 19/05/2018, 20:22 WIB Pengaktifan Kembali Koopsusgab Dianggap Sesuai UU Pertahanan Negara dan UU TNI < h3>Pengaktifan Kembali Koopsusgab Dianggap Sesuai UU Pertahanan Negara dan UU TNI Nasional 19/05/2018, 20:14 WIB Warga Minta Pembatas yang Tutup Simpang Mampang Prampatan Dibuka

Warga Minta Pembatas yang Tutup Simpang Mampang Prampatan Dibuka

Megapolitan 19/05/2018, 20:02 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »