www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

MUI Jawa Tengah Warning Jangan Gunakan Masjid untuk ...

Posted by On 05.13

MUI Jawa Tengah Warning Jangan Gunakan Masjid untuk ...

MUI Jawa Tengah Warning Jangan Gunakan Masjid untuk Kepentingan Politik Praktis

Mengingat, dua pekan ke depan sudah memasuki bulan ramadan dan menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilkada serentak 2018 di Jateng.

MUI Jawa Tengah Warning Jangan Gunakan Masjid untuk Kepentingan Politik PraktisIstimewaKetua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah, Ali Mufiz dan Ketua Umum MUI Jawa Tengah, KH Achmad Darodji (kanan), saat memberikan pernyataan terkait larangan masjid untuk politik praktis, di Sekretariat MUI Jateng, Kamis (3/5/2018).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengimbau pad a seluruh partai politik, tim sukses, dan simpatisan calon kepala daerah, untuk tidak menggunakan tempat ibadah untuk kegiatan politik praktis.

Mengingat, dua pekan ke depan sudah memasuki bulan ramadan dan menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilkada serentak 2018 di Jateng.

Menurut Ketua Umum MUI Jawa Tengah, KH Achmad Darodji, pihaknya telah banyak mendapatkan laporan dari berbagai pihak bahwa ada masjid di Jateng yang digunakan untuk kepentingan politik praktis.

"Informasi itu sudah ada ada maka kita imbau. Ini sekaligus mengingatkan dan warning," tegas Darodji dalam keterangan persnya, Kamis (3/5/2018).

Selain Pilkada serentak 2018, lanjutnya, imbauan tersebut juga berlaku selama tahun politik ini dan sampai Pemilu 2019.

Ia juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan halaqah di Salatiga belum lama ini, yang menghadirkan semua kalangan. Mulai dari pengelola masjid dan tempat ibadah, dan pimpinan partai politik. Serta telah dikeluarkan rekomendasi.

"Insya Allah nanti akan kita keluarkan edaran untuk menjaga kesucian ramadan. Sehingga betul-betul bisa kembali fitri. Dan ramadan tidak digunakan untuk memecah belah," tegasnya.

Ali Mufiz mengatakan, dallam dua tahun terakhir, menunjukan keprihatinan pada dinamika sosial politik di Indonesia, yakni melunturnya kohesi kebangsaan dan semangat kebangsaan. Utamanya gerakan radikalisme dan ujaran kebencian.

"Ini juga merambah ke tempat ibadah, masjid, musala, dan lainnya. Maka menurut pandangan MUI, saat ini tepat untuk mengoreksi diri mengembalikan tempat ibadah sebagaimana ditentukan dalam alquran dan hadis bahwa tempat ibadah adalah tempat suci," jelasnya.

Ia menegaskan, masjid mestinya menularkan pada prinsip akhlaqul karimah.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: m nur huda Editor: m nur huda Sumber: Tribun Jateng Ikuti kami di Istri Sujud ke Suami hingga Nyaris Pingsan, Ternyata Ini yang Terjadi saat Belanja di Warung Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »