Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Struktur Ekonomi Indonesia Mampu Tahan Pelemahan Rupiah

Posted by On 01.25

Struktur Ekonomi Indonesia Mampu Tahan Pelemahan Rupiah

Petugas memeriksa kondisi lembaran Dollar AS yang akan dijual di tempat penukaran valuta asing.KOMPAS/PRIYOMBODO Petugas memeriksa kondisi lembaran Dollar AS yang akan dijual di tempat penukaran valuta asing.

SEMARANG, KOMPAS.com - Beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dollar AS. Pelemahan tersebut lebih disebabkan faktor eksternal, yakni kondisi perekonomian di AS yang membaik secara signifikan.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Firman Mochtar menjelaskan, pelemahan nilai tukar disebabkan perkembangan ekonom i global, khususnya di AS. Pelemahan tidak hanya dialami oleh rupiah, melainkan juga mata uang negara-negara berkembang lainnya.

"Ada persepsi kebijakan moneter AS akan lebih ketat mengikuti perkembangan indikator ekonomi yang semakin baik," kata Firman dalam diskusi Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2017 di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (25/4/2018).

Firman menjelaskan, kondisi indikator ekonomi AS yang membaik tersebut antara lain terlihat dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan angka pengangguran. Segala indikator tersebut menimbulkan persepsi pasar bahwa kebijakan moneter AS akan semakin agresif.

Baca juga: Ini Penjelasan Bos Mandiri soal Pelemahan Rupiah yang Sampai Rp 13.900 per Dollar AS

Menurut Firman, pelemahan yang terjadi pada rupiah cenderung lebih baik ketimbang yang terjadi di negara-negara berkembang lainnya. Ia mengungkapkan, sepanjang bulan April 2018, rupiah melemah 0 ,90 persen.

Kondisi ini lebih baik dibandingkan misalnya mata uang baht Thailand yang melemah sekira 1 persen, rupee India yang melemah sekitar 2 persen, dan ringgit Malaysia yang melemah 2,8 persen. Adapun mata uang lira Turki melemah 3,3 persen.

Sejak awal tahun 2018, nilai tukar rupiah terdepresiasi 2,3 persen. Ini pun lebih baik ketimbang mata uang real Brazil yang melemah sekira 3 persen, rupee India yang melemah sekitar 4 persen, peso Filipina 4,5 persen, dan bahkan lira Turki yang melemah 7,2 persen.

Firman menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah yang tidak setajam sejumlah mata uang negara berkembang lainnya disebabkan kuatnya struktur perekonomian Indonesia. Beberapa investor pun memiliki pandangan yang sama.

"Kondisi ini tidak lepas dari capaian kita menjaga stabilitas dan struktur ekonomi yang lebih baik, sehingga mampu menahan rupiah," ucap Firman.

Hal ini tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan solid, inflasi terjaga, hingga sistem keuangan dan perbankan yang baik. Kondisi-kondisi tersebut mampu menahan secara natural terhadap tekanan pada rupiah.

Bank sentral sebut Firman, pun selalu berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.


Berita Terkait

Selain Intervensi, Ini yang Bisa Dipakai BI untuk Stabilkan Rupiah

Tahan Pelemahan Rupiah, Cadangan Devisa RI Masih Memadai

Selain Faktor Eksternal, Peningkatan Impor Turut Andil pada Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kemungkinan Rupiah Tembus Rp 14.000 Per Dollar AS Itu Ada

Pelemahan Rupiah di Mata Bos BCA

Terkini Lainnya

Indofood akan Edarkan Indomie Kemasan Khusus Asian Games

Indofood akan Edarkan Indomie Kemasan Khusus Asian Games

Bisnis 26/04/2018, 15:22 WIB Menhub Pastikan Ganjil Genap di Tol Tangerang-Jakarta Berlaku Penuh

Menhub Pastikan Ganjil Genap di Tol Tangerang-Jakarta Berlaku Penuh

Makro 26/04/2018, 15:17 WIB Bersiaga Hadapi Gejolak Pasar Saham

Bersiaga Hadapi Gejolak Pasar Saham

Keuangan 2 6/04/2018, 14:50 WIB Kenaikan Harga Minyak Dunia Bikin Laba Shell Melonjak

Kenaikan Harga Minyak Dunia Bikin Laba Shell Melonjak

Makro 26/04/2018, 14:29 WIB Laba Anjlok 79 Persen, Deutsche Bank PHK Karyawan

Laba Anjlok 79 Persen, Deutsche Bank PHK Karyawan

Keuangan 26/04/2018, 14:24 WIB Menhub: Demo Politis Ojek Online Tak Akan Saya Tanggapi

Menhub: Demo Politis Ojek Online Tak Akan Saya Tanggapi

Makro 26/04/2018, 14:20 WIB Manulife: Meski IHSG Terperosok, Investor Diminta Tidak Panik

Manulife: Meski IHSG Terperosok, Investor Diminta Tidak Panik

Keuangan 26/04/2018, 14:07 WIB Di Jerman, Ada Uang Kertas 0 Euro Bergambar Karl Marx

Di Jerman, Ada Uang Kertas 0 Euro Bergambar Karl Marx

Keuangan 26/04/2018, 13:47 WIB 7 Pekerjaan yang Benar-Benar Ada, tapi Jarang Diketahui

7 Pekerjaan yang Benar-Benar Ada, tapi Jarang Diketahui

Inspirasi 26/04/2018, 13:19 WIB OJK Ubah Keten   tuan 'Structured Product' Bank Umum

OJK Ubah Ketentuan "Structured Product" Bank Umum

Keuangan 26/04/2018, 11:54 WIB TIKI Sasar Pangsa Pasar Pengiriman Produk UMKM di Inacraft 2018

TIKI Sasar Pangsa Pasar Pengiriman Produk UMKM di Inacraft 2018

Rilis 26/04/2018, 11:09 WIB Ada Skandal Kebocoran Data, Iklan dan Saham Facebook Makin Terbang Tinggi

Ada Skandal Kebocoran Data, Iklan dan Saham Facebook Makin Terbang Tinggi

Bisnis 26/04/2018, 09:50 WIB Dua Putra Mochtar Riady Terus Tambah Saham k   e Lippo Karawaci

Dua Putra Mochtar Riady Terus Tambah Saham ke Lippo Karawaci

Keuangan 26/04/2018, 09:27 WIB Peluang Berinvestasi Emas secara 'Online' Semakin Marak

Peluang Berinvestasi Emas secara "Online" Semakin Marak

Makro 26/04/2018, 09:16 WIB Musi Rawas Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas 9,9 MW

Musi Rawas Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas 9,9 MW

Rilis 26/04/2018, 09:08 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »