www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Peternak Sapi Perah Indonesia Bisa Maju seperti Peternak New ...

Posted by On 04.38

Peternak Sapi Perah Indonesia Bisa Maju seperti Peternak New ...

Pemerintah berharap peternak perah di Indonesia mampu sejahtera seperti peternak di New Zealand dengan adanya kerja sama  Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA) yang berlangsung sejak 2015 hingga 2023.Dok. Humas Kementan Pemerintah berharap peternak perah di Indonesia mampu sejahtera seperti peternak di New Zealand dengan adanya kerja sama Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA) yang berlangsung sejak 2015 hingga 2023.


KOMPAS.com - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berharap peternak perah di Indonesia maju seperti peternak di New Zealand.

Direktur Per bibitan dan Produksi Ternak Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sugiono, berniat memantau perkembangan program kemitraan Indonesiaâ€"New Zealand dalam kerangka kerja sama Indonesia Dairy Excellence Activity (IDEA). Ia berharap, IDEA dapat mewujudkan peternakan sapi perah New Zealand di Jawa Tengah.

"Saya ingin kerja sama ini benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas sapi perah dan memacu produksi susu segar dalam negeri (SSDN)," ujar Sugiono saat melakukan kunjungan kerja ke kelompok ternak sapi perah di Salatiga, Sabtu (14/4/2018).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2017, Indonesia memiliki populasi sapi perah 544,791 ekor dengan produksi 920,1 ribu ton susu segar. Jumlah produksi itu hanya mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,448 juta ton.

(Baca: Peternak Makin Mandiri, Begini Caranya...)

Saat ini, tingkat konsumsi susu di Indonesia baru mencapai 16,53 liter per kapita per tahun. Angka tersebut masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina yang sudah mencapai 20 liter per kapita per tahun.

Melalui program IDEA ini, ia melanjutkan, diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang arti pentingnya susu segar bagi pemenuhan kebutuhan gizi. Dengan begitu, edukasi itu mampu meningkatkan tingkat konsumsi susu masyarakat di Indonesia.

Hingga kini, 99 persen sapi perah di Indonesia masih dipelihara di Pulau Jawa, utamanya di daerah dataran tinggi. Padahal, masyarakat konsumen susu tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

"Kita perlu mengenalkan sapi perah yang adaptif terhadap lingkungan dataran rendah dan mengembangkan sapi perah di seluruh bumi nusantara. Sehingga, akses terhadap susu segar menjadi semakin dekat dan mudah diperoleh masyarakat," ujarnya.

(Baca ju ga: Ini Modal untuk Wujudkan Indonesia Lumbung Protein)

IDEA diharapkan dapat benar-benar memberikan manfaat untuk peternakan sapi perah di Indonesia. Proyek itu berlangsung selama 8 tahun, sejak 2015 dan akan berakhir pada 2023.

Pilot project kerja sama itu berada di Jawa Tengah dan Sumatera Barat. Kerja sama itu berfokus pada technical cooperation di bidang persusuan yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan profitabilitas yang berkelanjutan serta nilai ekonomi peternak sapi perah. “Sehingga dalam jangka panjang diharapkan dapat peningkatan produktivitas, profitabilitas dan standar hidup peternak sapi perah rakyat,” katanya.

Selama enam tahun ke depan, imbuhnya, proyek IDEA menargetkan mampu memberi manfaat kepada 5.000 peternak melalui kenaikan keuntungan peternak sebesar 50 persen, kenaikan produksi susu sebesar 30 persen, dan peningkatan kualitas susu yang memenuhi SNI pada peternak anggota kelompok binaan I DEA sebesar 90 persen.

Selain itu, setiap tahun ditargetkan ada penambahan 40 orang peternak terlatih di bidang teknis dan manajemen bisnis sapi perah, 32 orang petugas teknis dan penyuluh terlatih, serta 10 orang pelatih terakreditasi untuk melatih petugas penyuluh sapi perah yang baru dan staf universitas yang ingin meningkat kapasitasnya dalam sistem peternakan sapi perah.

Koordinasi proyek IDEA ini, kata dia, perlu menyeluruh dengan melibatkan Ditjen PKH Kementan, dinas terkait di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota.

Oleh karenanya, Sugiono meminta tim IDEA fokus merealisasikan kerja sama mulai dari bibit ternak, pakan, reproduksi, pemerahan, dan kualitas susu. Dengan demikian, pendapatan peternak sapi perah bisa meningkat.

Selain penyediaan pakan, reproduksi ternak harus terus ditingkatkan melalui penanganan gangguan dan optimalisasi reproduksi sehingga diperoleh day open dan calving interval yang lebih pendek. Dari kegiatan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) dinilai sukses karena manajemen pemeliharaan bagus.

"Keterlibatan dinas terkait setempat juga harus terus diintensifkan untuk mendapatkan dukungan dan hasil yang lebih baik," kata Sugiono.

Dongkrak jumlah peternak sapi

Dengan adanya kerja sama itu, pemerintah berharap masyarakat tak lagi berpikir bahwa beternak sekedar pekerjaan sampingan. Beternak sapi harus menguntungkan agar menarik minat generasi muda. Oleh karenanya, ia menargetkan jumlah peternak bertambah lebih dari 5.000 peternak.

"Saya berharap nantinya jika proyek kerjasama ini selesai, keseluruhan peternak di Indonesia dapat meningkat kesejahteraannya dan kalau bisa dapat sejajar dengan peternak New Zealand," katanya.

Meningkatnya semangat wirausaha dari peternak akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Apalagi, ia menambahkan, jika peternakan sapi bisa berkembang ke arah industri pengolahan susu tentu bisa meningkatkan nilai tambah, seperti susu cup, yoghurt, dan permen susu.

"Intinya peternak harus sejahtera, dan masyarakat terpenuhi gizinya dari sumber protein hewani," katanya.

Ternak sapi perah di Indonesia masih dapat terus dikembangkan. Selama ini, ternak perah selalu diidentikkan dengan sapi Frisian Holstein (FH) yang merupakan sapi impor dari negara subtropis. Padahal, Indonesia memiliki sapi peranakan Frisian Holstein (PFH) yaitu persilangan antara sapi FH dengan sapi lokal Indonesia, kambing perah, kerbau perah yang lebih tahan terhadap iklim di Indonesia.

"Kita perlu merubah mindset untuk mengoptimalkan keberadaan sapi FH, PFH, kambing perah, dan kerbau perah tersebut untuk mendukung peningkatan produksi susu dalam negeri," ujarnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
  • Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Program Kemitraan Berhasil Tingkatkan Produksi Susu Peternak Sapi

Kurangi Impor, Kemitraan Peternak Sapi Perah dan Industri Susu Ditingkatkan

Ini Tantangan Dunia Pertanian Indonesia

Menteri Pertanian: Indonesia Tak Mau Didikte soal Sawit oleh Uni Eropa

Terkini Lainnya

Ini Kiat Membawa Merek Indone   sia ke Pasar Ekspor

Ini Kiat Membawa Merek Indonesia ke Pasar Ekspor

Bisnis 17/04/2018, 18:20 WIB Jokowi Minta Pengembangan Bandara Kertajati Dimaksimalkan

Jokowi Minta Pengembangan Bandara Kertajati Dimaksimalkan

Makro 17/04/2018, 18:12 WIB Pemerintah Luncurkan SBP, Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Luar APBN

Pemerintah Luncurkan SBP, Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Luar APBN

Makro 17/04/2018, 17:42 WIB Jalan Akses dari Tol Cipali ke Bandara Kertajati Dioperasikan Fungsional pada Mei 2018

Jalan Akses dari Tol Cipali ke Bandara Kertajati Dioperasikan Fungsional pada Mei 2018

Makro 17/04/2018, 17:24 WIB Macet di Jalan Raya Bisa Ditekan Jika Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Macet di Jalan Raya Bisa Ditekan Jika Gunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Makro 17/04/2018, 17:15 WIB Helm Kecerdasan Buatan Huawei Bantu Orang Buta Bisa 'Melihat'

Helm Kecerdasan Buatan Huawei Bantu Orang Buta Bisa "Melihat"

Bisnis 17/04/2018, 16:17 WIB Pindad akan Kembangkan Area Militer Komersil di Bandung

Pindad akan Kembangkan Area Militer Komersil di Bandung

Bisnis 17/04/2018, 15:40 WIB Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,5 Triliun untuk Biayai Tol Semarang-Batang

Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,5 Triliun untuk Biayai Tol Semarang-Batang

Keuangan 17/04/2018, 15:06 WIB PP Properti Bagikan Dividen Rp 88 Miliar

PP Properti Bagikan Dividen Rp 88 Miliar

Rilis 17/04/2018, 14:28 WIB Huawei Ingin Jadi Pionir di Era Dunia Serba Cerdas

Huawei Ingin Jadi Pionir di Era Dunia Serba Cerdas

Bisnis 17/04/2018, 14:26 WIB AP II: Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Kertajati Rampung Oktober 2018

AP II: Perpanjangan Landasan Pacu Bandara Kertajati Rampung Oktober 2018

Bisnis 17/04/2018, 14:07 WIB Kemenhub Ambil Alih Jalur Kereta KEK Sei Mangkei dari Kemenperin

Kemenhub Ambil Alih Jalur Kereta KEK Sei Mangkei dari Kemenperin

Makro 17/04/2018, 13:57 WIB Punya Uang Tak Layak Edar, Begini Cara Menukarnya di Bank Indonesia

Punya Uang Tak Layak Edar, Begini Cara Menukarnya di Bank Indonesia

Keuangan 17/04/2018, 13:33 WIB  Trump Larang Perusahaan AS Jual Komponen ke Produsen Ponsel China ZTE

Trump Larang Perusahaan AS Jual Komponen ke Produsen Ponsel China ZTE

Makro 17/04/2018, 13:20 WIB Reksa Dana Masih Jadi Investasi Favorit Nasabah Bank Mandiri

Reksa Dana Masih Jadi Investasi Favorit Nasabah Bank Mandiri

Keuangan 17/04/2018, 13:04 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »