www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Momentum Tahun Lalu Menjadi Bekal Pertumbuhan Ekonomi ...

Posted by On 00.13

Momentum Tahun Lalu Menjadi Bekal Pertumbuhan Ekonomi ...

Penyerahan buku Laporan Perekonomian Indonesia 2017 oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng kepada Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (25/4/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Penyerahan buku Laporan Perekonomian Indonesia 2017 oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng kepada Plt Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (25/4/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Perekonomian Indonesia berhasil melalui tantangan sepanjang tahun 2017 dengan hasil yang cukup baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 menca pai 5,07 persen secara tahunan (yoy).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng menjelaskan, tahun 2017 merupakan tonggak penting untuk menggenjot perekonomian Indonesia pada tahun 2018. Setidaknya, ada tiga momentum penting yang mengemuka sepanjang tahun 2017, baik domestik dan eksternal.

"Pertama, dari global. Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2017 tumbuh 3,7 persen, lebih tinggi secara tahunan dan lebih baik dari perkiraan awal tahun lalu," jelas Sugeng pada acara Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia 2017 di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (25/4/2018).

Membaiknya perekonomian global didorong oleh perbaikan ekonomi di sejumlah negara maju, seperti AS, Jepang, China, dan beberapa negara berkembang (emerging markets) pula.

Perbaikan ekonomi global tersebut mendorong volume perdagangan dunia dan membaiknya harga komoditas secara signifikan, baik energi maupun nonpangan.

"Ini turut menjadi pendoro ng masuknya aliran modal masuk ke Indonesia, terutama di portofolio," sebut Sugeng.

Momentum kedua adalah stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan terus terjaga. Hal ini didukung oleh kebijakan makroekonomi yang konsisten dan penuh kehati-hatian (prudent) dan semakin kuat di tahun 2017.

Indikator-indikator yang menjadi bukti adalah inflasi yang terus berada dalam kisaran target, defisit transaksi berjalan yang berada pada level sehat dan terjaga, berada di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Nilai tukar pun berada pada fundamental dengan volatilitas yang relatif rendah.

Momentum ketiga adalam membaiknya keyakinan terhadap Indonesia. Hal ini terbukti dengan perbaikan peringkat Indonesia yang sudah memperoleh predikat layak investasi (investment grade) dari tiga lembaga pemeringkat utama, yakni Moody's, Fitch Ratings, dan Standard & Poor's.

Selain itu, peringkat daya saing dan kemudahan berbisnis Indonesia pun meningkat, khususnya pada semester II 2017.

"Semua ini menjadi pondasi mendorong pemulihan ekonomi Indonesia," tutur Sugeng.


Berita Terkait

Bank Indonesia: Perekonomian Domestik Tetap Solid

Punya Uang Tak Layak Edar, Begini Cara Menukarnya di Bank Indonesia

BRI Sambut Positif Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,25 Persen

Bank Indonesia: Nilai Tukar Rupiah Mulai Menguat

Ini Cara Bank Indonesia Hadapi Penguatan Dollar AS

Terkini Lainnya

Bisnis Kuliner, Mode, dan Travel Paling Banyak Beriklan di Instagram Stories

Bisnis Kuliner, Mode, dan Travel Paling Banyak Beriklan di Instagram Stories

Bisnis 25/04/2018, 14:10 WIB Meski Masuki Era Digital, Indonesia Tak Bisa Tinggalkan Uang Fisik

Meski Masuki Era Digital, Indonesia Tak Bisa Tinggalkan Uang Fisik

Makro 25/04/2018, 13:17 WIB Perpres Kemudahan TKA Akan Dorong Kenaikan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Perpres Kemudahan TKA Akan Dorong Kenaikan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Makro 25/04/2018, 13:02 WIB Pertamina Kenalkan Musicool, Gas Cair Ramah Lingkungan dan Murah

Pertamina Kenalkan Musicool, Gas Cair Ramah Lingkungan dan Murah

Bisnis 25/04/2018, 12:54 WIB Ditjen Pajak Tepis Tudingan Sebagai Penyebab Melemahnya Daya Beli Masyarakat Kelas Atas

Ditjen Pajak Tepis Tudingan Sebagai Penyebab Melemahnya Daya Beli Masyarakat Kelas Atas

Makro 25/04/2018, 12:44 WIB Wapres Minta Menkeu Revisi PP Agar Investasi BPJS di Properti Lebih Tinggi

Wapres Minta Menkeu Revisi PP Agar Investasi BPJS di Properti Lebih Tinggi

Makro 25/04/ 2018, 12:41 WIB Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Bisa Investasi di Pembangunan Rusunawa

Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Bisa Investasi di Pembangunan Rusunawa

Makro 25/04/2018, 12:29 WIB Momentum Tahun Lalu Menjadi Bekal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018

Momentum Tahun Lalu Menjadi Bekal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018

Makro 25/04/2018, 11:57 WIB Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Jangan Cuma Investasi di Deposito dan Surat Utang

Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Jangan Cuma Investasi di Deposito dan Surat Utang

Makro 25/04/ 2018, 11:48 WIB Kuartal I 2018, Bank Permata Catatkan Pertumbuhan Kredit 4,61 Persen

Kuartal I 2018, Bank Permata Catatkan Pertumbuhan Kredit 4,61 Persen

Keuangan 25/04/2018, 11:41 WIB Menperin: Perpres Tenaga Kerja Asing Tarik Banyak Investor ke Indonesia

Menperin: Perpres Tenaga Kerja Asing Tarik Banyak Investor ke Indonesia

Makro 25/04/2018, 11:26 WIB OJK Ungkap Kasus Penyelewengan di BPR KS Bali

OJK Ungkap Kasus Penyelewengan di BPR KS Bali

Keuangan 25/04/2018, 11:10 WIB Bitcoin Kembali Menguat Seiring Melemahnya Pasar Investasi Lain

Bitcoin Kembali Menguat Seiring Melemahnya Pasar Investasi Lain

Makro 25/04/2018, 09:58 WIB Siap Hadapi Era Digital, Askrindo Luncurkan Logo Baru

Siap Hadapi Era Digital, Askrindo Luncurkan Logo Baru

Keuangan 25/04/2018, 09:45 WIB Tata Steel Ltd akan Tanamkan Modal Rp 632 Miliar di Indonesia

Tata Steel Ltd akan Tanamkan Modal Rp 632 Miliar di Indonesia

Bisnis 25/04/2018, 09:30 WIB Load MoreSumbe r: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »