www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Meski Masuki Era Digital, Indonesia Tak Bisa Tinggalkan Uang Fisik

Posted by On 00.13

Meski Masuki Era Digital, Indonesia Tak Bisa Tinggalkan Uang Fisik

Ilustrasi rupiah KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi rupiah

SEMARANG, KOMPAS.com - Era digital dan kemajuan teknologi telah mengubah lanskap kehidupan masyarakat, termasuk dari sisi sistem pembayaran.

Saat ini, sejalan dengan kemajuan-kemajuan tersebut, transaksi pembayaran pun telah memanfaatkan kanal digital.

Khususnya bagi kalangan muda dan mereka yang tinggal di kota-kota besar di Tanah Air, transaksi pembayaran secara nontunai pun mengalami tren peningkatan.

Sudah banyak masyarakat yang merasa nyaman bertransaksi dengan kanal pembayaran nontunai, seperti uang elektronik, electronic data capture (EDC), dompet elektronik, dan sebagainya.

Bahkan, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah pun beberapa waktu lalu telah mencanangkan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Ini telah dilakukan antara lain dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) secara nontunai dan pembayaran tarif tol dengan menggunakan uang elektronik.

Deputi Gubernur BI Sugeng menjelaskan, progres penggunaan uang elektronik di gerbang tol pun sangat menggembirakan. Sebagian besar ruas tol di Tanah Air telah menggunakan uang elektronik sebagai alat pembayaran.

Namun demikian, ada juga kekhawatiran bahwa dengan meningkatnya tren dan minat transaksi nontunai, penggunaan uang fisik akan berkurang. Apalagi, biaya membawa (cost of carry) uang kartal cukup mahal.

Sugeng mengungkapkan, bagaimanapun juga, uang fisik tetap dibutuhkan di Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara dengan wilayah luas dan berbentuk kepulauan pula.

"Ke depan memang akan arahnya ke nontunai, tapi uang fisik juga tetap dibutuhkan. Indonesia wilayahnya luas," ungkap Sugeng pada acara Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia 2017 di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (25/4/2018).

Sugeng menuturkan, kebutuhan uang fisik juga salah satunya mencermati infrastruktur telekomunikasi yang belum merata di Indonesia, apalagi di wilayah kepulauan atau wilayah terpencil. Selain itu, kehadiran uang fisik pun salah satu bentuk kedaulatan Indonesia.

Ia memberi contoh adalah lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia beberapa tahun lalu. Salah satu penyebabnya, sebut Sugeng, adalah tidak hadirnya rupiah di wilayah tersebut.

Hal ini menjadi pelajaran, ungkap dia. Oleh sebab itu, sejalan dengan pembangunan pos-pos lintas batas (PLBN) di berbagai wilayah perbatasan Indonesia, dihadirkan pula sarana untuk menukar uang rupiah.

"Di perbatasan, kami siapkan (mesin) ATM atau money changer," ; tutur Sugeng.

Kompas TV Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hampir menyentuh 14 ribu rupiah per dollar.

Berita Terkait

Ini Penjelasan Bos Mandiri soal Pelemahan Rupiah yang Sampai Rp 13.900 per Dollar AS

Selain Intervensi, Ini yang Bisa Dipakai BI untuk Stabilkan Rupiah

Tahan Pelemahan Rupiah, Cadangan Devisa RI Masih Memadai

Selain Faktor Eksternal, Peningkatan Impor Turut Andil pada Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kemungkinan Rupiah Tembus Rp 14.000 Per Dollar AS Itu Ada

Terkini Lainnya

Bisnis Kuliner, Mode, dan Travel Paling Banyak Beriklan di Instagram Stories

Bisnis Kuliner, Mode, dan Travel Paling Banyak Beriklan di Instagram Stories

Bisnis 25/04/2018, 14:10 WIB Meski Masuki Era Digital, Indonesia Tak Bisa Tinggalkan Uang Fisik

Meski Masuki Era Digital, Indonesia Tak Bisa Tinggalkan Uang Fisik

Makro 25/04/2018, 13:17 WIB Perpres Kemudahan TKA Akan Dorong Kenaikan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Perpres Kemudahan TKA Akan Dorong Kenaikan Iuran BPJS Ketenagakerjaan< /h3> Makro 25/04/2018, 13:02 WIB Pertamina Kenalkan Musicool, Gas Cair Ramah Lingkungan dan Murah

Pertamina Kenalkan Musicool, Gas Cair Ramah Lingkungan dan Murah

Bisnis 25/04/2018, 12:54 WIB Ditjen Pajak Tepis Tudingan Sebagai Penyebab Melemahnya Daya Beli Masyarakat Kelas Atas

Ditjen Pajak Tepis Tudingan Sebagai Penyebab Melemahnya Daya Beli Masyarakat Kelas Atas

Makro 25/04/2018, 12:44 WIB Wapres Minta Menkeu Revisi PP Agar Investasi BPJS di Properti Lebih Tinggi

Wapres Minta Menkeu Revisi PP Agar Investasi BPJS di Properti Lebih Tinggi

Makro 25/04/2018, 12:41 WIB Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Bisa Investasi di Pembangunan Rusunawa

Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Bisa Investasi di Pembangunan Rusunawa

Makro 25/04/2018, 12:29 WIB Momentum Tahun Lalu Menjadi Bekal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018

Momentum Tahun Lalu Menjadi Bekal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018

Makro 25/04/2018, 11:57 WIB Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Jangan Cuma Investasi di Deposito dan Surat Utang

Wapres: BPJS Ketenagakerjaan Jangan Cuma Investasi di Deposito dan Surat Utang

Makro 25/04/2018, 11:48 WIB Kuartal I 2018, Bank Permata Catatkan Pertumbuhan Kredit 4,61 Persen

Kuartal I 2018, Bank Permata Catatkan Pertumbuhan Kredit 4,61 Persen

Keuangan 25/04/2018, 11:41 WIB Menperin: Perpres Tenaga Kerja Asing Tarik Banyak Investor ke Indonesia

Menperin: Perpres Tenaga Kerja Asing Tarik Banyak Investor ke Indonesia

Makro 25/04/2018, 11:26 WIB OJK Ungkap Kasus Penyelewengan di BPR KS Bali

OJK Ungkap Kasus Penyelewengan di BPR KS Bali

Keuang an 25/04/2018, 11:10 WIB Bitcoin Kembali Menguat Seiring Melemahnya Pasar Investasi Lain

Bitcoin Kembali Menguat Seiring Melemahnya Pasar Investasi Lain

Makro 25/04/2018, 09:58 WIB Siap Hadapi Era Digital, Askrindo Luncurkan Logo Baru

Siap Hadapi Era Digital, Askrindo Luncurkan Logo Baru

Keuangan 25/04/2018, 09:45 WIB Tata Steel Ltd akan Tanamkan Modal Rp 632 Miliar di Indonesia

Tata Steel Ltd akan Tanamkan Modal Rp 632 Miliar di Indonesia

Bisnis 25/04/2018 , 09:30 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »