www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Akhir Pelarian Kapal 'tanpa Negara'

Posted by On 04.20

Akhir Pelarian Kapal 'tanpa Negara'

Akhir Pelarian Kapal ‘tanpa Negara’

SAAT menyergap kapal STS-50 di perairan Sabang, beberapa prajurit TNI-AL dari KAL Simeulue sempat kaget

Akhir Pelarian  Kapal ‘tanpa Negara’SERAMBI/BUDI FATRIAPERSONEL TNI-AL Lanal Sabang mengawal Anak Buah Kapal (ABK) STS-50 yang menjadi buronon interpol di Dermaga Lanal Sabang, Sabtu (7/4). Foto Kanan atas : Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Yudo Margono bersama Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto serta Danlanal Sabang, Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie memeriksa muatan kapal. Foto kanan bawah: Personel TNI-AL Lanal Sabang mengawal ketat kapal yang kini diamankan di dermaga Lanal Sabang.FOTO:SERAMBI/BUDI FATRIA

SAAT menyergap kapal STS-50 di perairan Sabang, beberapa prajurit TNI-AL dari KAL Simeulue sempat kaget ketika mengetahui di dalam kapal itu ada 20 warga negara Indonesia yang menjadi ABK.

Karena adanya warga Indonesia itu pula, pihak TNI-AL dengan mudah mengorek informasi tentang kapal berstatus stateless (tidak memiliki kewarganeragaan) tersebut, termasuk rekam jejak kapal itu selama setahun terakhir.

Para ABK berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka semua bekerja di kapal itu melalui agen penyalur tenaga kerja resmi di Jakarta.

Santoso, ABK asal Jawa Tengah mengatakan, rata-rata mereka sudah bekerja di kapal itu selama 10 bulan dan digaji 350 dolar AS (Rp 4,5 juta) per bulan. Diceritakannya, mereka awalnya naik ke kapal di Vietnam 10 bulan lalu, kemudian kapal itu mencari ikan di perairan Vietnam, Filipina, dan Samudera Antartika.

Namun setelah tangkapan penuh, kapal itu juga kesulitan untuk menjual ikan, karena tidak dilengkapi dokumen resmi, sehingga sejumlah pihak di Vietnam menolak ikan mereka. Akhirnya kapal bergerak dari Vietnam ke Korea untuk mengganti nama, dengan mengecat ulang dan berhasil menjual ikan ke kapal kecil di Tiongkok.

Namun tidak lama kemudian, kapal tertangkap oleh aparat keamanan Tiongkok karena illegal fishing dan digiring ke Port Yantai, Tiongkok. Namun mereka berhasil melarikan diri dari Tiongkok, untuk menghindari pengejaran aparat keamanan mereka berpindah-pindah ke sejumlah negara.

Dalam ingatan Santoso, dari Tiongkok, kapal sempat berada di perairan Korea, Jepang, dan Rusia. Kemudian kapal lari ke Mozambik dengan melewati Selat Melaka, saat melintasi Selat Malaka kapal sempat singgah di Malaysia untuk mengambil jaring.

Namun saat di Mozambik kapal kembali ditangkap aparat keamanan setempat dan mereka ditahan di pelabuhan Maputo, ibu kota negara Mozambik. Dikatakan Santoso, sejumlah awak kapal sempat diperiksa dan ditahan dokumennya.

Namun di Mozambik, semua ABK diperbolehkan tetap tinggal di kapal. Sehingga memanfaatkan kelengahan aparat keamanan setempat, mereka berhasil kabur ke Madagaskar, lalu menuju Selat Melaka hingga akhirnya tertangkap di Sabang.

“Saya ingat, pada malam itu di Maputo, pukul 02.00 WIB kami dibangunin, diperintahkan untuk mengangkat jangkar, lalu kapal lari meninggalkan Mozambik dan bersembunyi di perairan Madagaskar, sebelum melanjutkan ke Selat Melaka,” demikian kisah Santoso. (mun)

rekam jejak
sts-50

* Awal 2017 kapal menangkap ikan secara ilegal di Vietnam, Filipina, dan Samudera Antartik
* Oktober 2017 kapal ditangkap di Port Yantai, Tiongkok namun berhasil kabur
* Februari 2018 kapal kembali ditangkap di Maputo, Mozambik dan juga berhasil kabur
* 29 Maret 2018, perwira TNI-AL di International Liasion Officer (ILO) Information Fusion Center (IFC) Singapura mendapat informasi kapal yang jadi target Interpol itu berangkat dari Madagaskar
* 4 April 2018, kapal terdeteksi mengarah ke Selat Malaka
* Pangarmabar menyiagakan personel dan kapal di Lanal Sabang dan Lhokseumawe, termasuk KRI dan pesawat
* 6 April 2018, kapal masuk Indonesia dan disergap oleh KAL Simeulue di timur Pulau Weh, Aceh.

Editor: hasyim Sumber: Serambi Indonesia Ikuti kami di Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »