www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Siswa SMA/SMK se Jawa Tengah Kunjungi Pasar Jamu Nguter

Posted by On 17.58

Siswa SMA/SMK se Jawa Tengah Kunjungi Pasar Jamu Nguter

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Seratusan siswa dan guru SMA/SMK se Provinsi Jawa Tengah belajar lapangan dengan mengunjungi Pasar Jamu Nguter dan salah satu produsen jamu di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Rabu (14/3/2018). Kegiatan dimaksudkan sebagai media pembelajaran generasi muda terhadap jamu sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Koordinator lapangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Hermawati mengatakan, peserta berasal dari siswa dan guru SMA/SMK disemua daerah di Provinsi Jawa Tengah. Masing masing sekolah mengirimkan perwakilan dua orang siswa dan satu orang guru pendamping.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah sudah rutin menggelar kegiatan kunjungan lapangan. Sasarannya yakni tempat tertentu sebagai media pembelajaran lapangan untuk siswa dan guru.

Pada Tahun 2018 ini sasarannya yakni di Kabupaten Sukoharjo dengan memilih Pas ar Jamu Nguter dan salah satu produsen jamu di Nguter, Sukoharjo. Tempat tersebut dipilih karena menjadi pilihan utama media pembelajaran.

"Seperti Pasar Jamu Nguter di Sukoharjo ini banyak hal bisa dipelajari siswa dan guru. Sebab disini merupakan pasar jamu terbesar di Jawa Tengah bahkan Indonesia. Selain itu jamu juga merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dikenalkan terhadap generasi muda," ujar Hermawati.

Jamu juga dikenalkan kepada para generasi muda khususnya siswa SMA/SMK yang ikut kunjungan sebagai minuman atau obat tradisional. Sebab selama ini jamu baru sebatas dikenal generasi muda dari nama atau produk saja. Sedangkan untuk jenis, manfaat dan proses pembuatannya kurang dikenal.

"Siswa dan guru juga diajarkan tentang bahan dan proses pembuatan jamu. Sebab butuh sejumlah tahapan dari menanam, merawat tanaman jamu sampai diolah menjadi produk jamu jadi siap saji," lanjutnya.

Salah satu guru pendamping dari SMAN 1 Temanggung Ernawati mengatakan, banyak hal yang bisa dipelajari dalam kunjungan lapangan ke Pasar Jamu Nguter dan salah satu produsen jamu di Nguter. Sebab pembelajaran tidak hanya teori saja di ruang kelas di sekolah tapi juga belajar di lapangan langsung praktek.

"Di Pasar Jamu Nguter anak anak bisa mengetahui langsung bahan baku untuk jamu dari pedagang. Mereka selama ini hanya tahu dari buku. Tidak hanya tahu saja tapi anak anak juga dipahamkan tentang hidup sehat dengan jamu," ujar Ernawati.

Berkaitan tentang jamu pihak sekolah bisa mengimplementasikan dalam bentuk pembelajaran diberbagai bidang keilmuan. Seperti Biologi, sejarah, ekonomi dan kewirausahaan. Hasil dari kunjungan ini akan ditularkan ke siswa dan guru lainnya di sekolah. Sebab tidak semua siswa dan guru SMA/SMK se Jawa Tengah ikut semua dan hanya perwakilan saja.

"Program kunjungan lapangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah ini sangat mend idik. Para siswa bisa tahu segala hal tentang jamu termasuk tempat perdagangan jamu terbesar di Indonesia di Pasar Jamu Nguter," lanjutnya.

Ketua Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo Murtejo mengatakan, kegiatan dengan mengajak siswa sekolah datang dan melihat secara langsung Pasar Jamu Nguter sangat tepat. Sebab siswa bisa mengenal secara langsung berbagai bahan yang bisa dibuat jamu. Bahan tersebut sudah tersedia di alam disekitar kita. Para siswa selama ini belum mengetahui soal jamu termasuk manfaatnya.

Jamu yang selama ini sebagai minuman menyehatkan masih jarang diketahui dan disentuh anak muda. Murtejo mengatakan, generasi muda lebih tertarik dengan minuman instan yang justru masih diragukan manfaatnya.

"Pengenalan jamu seharusnya dilakukan kepada generasi muda mulai dari PAUD sampai mahasiswa. Kunjungan siswa SMA/SMK ke Pasar Jamu Nguter sudah tepat sebagai media pembelajaran," ujar Murtejo.

Kojai Sukoharjo mendukun g penuh langkah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dengan mendidik siswa berkaitan dengan jamu. Sebab sebagai generasi muda sudah selayaknya dikenalkan terhadap jamu yang merupakan warisan budaya Indonesia.

"Jangan sampai generasi muda kita melupakan jamu sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Kojai Sukoharjo sudah mendorong agar ditingkat sekolah dibuatkan kurikulum berkaitan dengan jamu," lanjutnya.

Murtejo mengatakan, ditingkat pendidikan perguruan tinggi sekarang sudah banyak yang peduli terhadap jamu. Bahkan beberapa mahasiswa sudah sering membuat skripsi tentang jamu. (Mam)

Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »