www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menelisik Nasib Perawat di Jawa Tengah

Posted by On 15.24

Menelisik Nasib Perawat di Jawa Tengah

Menelisik Nasib Perawat di Jawa Tengah

Memperingati HUT Persatuan Perawan Nasional Indonesia (PPNI) ke-44, sekitar 1500 perawat se Kabupaten Purworejo melakukan aksi turun ke jalan, kemarin di sekitar rumah dinas wakil Bupati Pendapa Kawedanan Kutoarjo. Dalam aksi turun jalan sejauh 2,5 kilometer, para perawat melakukan kampanye hidup sehat kepada masyarakat.
MAGELANG EKSPRES

*7.500 Orang Nasibnya Belum Begitu Jelas

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Tengah, Edy Wuryanto mengatakan, hingga saat ini belum semua perawat kesejahteraanya sebanding dengan profesinya, bahkan sebagian perawat masih mendapatkan gaji dibawah Upah Minimal Kabupaten (UMK).

Disebutkan, di Jawa Tengah setidaknya ada sekitar 7.500 pe rawat yang nasibnya belum begitu jelas, mereka masih bekerja sebagai honorer di puskesmas milik pemerintah.

Bahkan lanjutnya, dirinya merasa sangat perihatin dengan nasib para perawat yang masihh berstatus sebagai tenaga honorer. Mereka bekerja berdasarkan SK kepala puskesmas, kepala dinas kesehatan, bupati, dan ada yang gubernur.

“Saya sangat prihatin yang SK dari kepala puskesmas. Hal ini harus dinaikkan SK-nya, minimal SK kepala dinas kesehatan kabupaten/kota atau bupati/wali kota, karena SK kepala puskesmas itu tidak kuat,” katanya.

Ia mengakui untuk masuk sebagai ASN sekarang ketat sekali, namun sektor perawat supaya dikecualikan karena perawat ini tenaga profesional yang sangat dibutuhkan masyarakat dan jumlahnya dibanding dengan jumlah yang dilayani itu tidak imbang.

“Perawat di puskesmas mungkin 30 persennya honorer, hal ini cukup ironis karena kami harus meningkatkan layanan, maka kami berharap pada pemerintah untuk 7.500 perawat itu status nya diperjelas,” katanya.

Ia menuturkan gaji mereka banyak yang di bawah UMK, hal ini perlu mendapat perhatian. Kalau memang mereka masih dibutuhkan tenaganya, statusnya harus jelas dan kesejahteraannya juga harus diperhatikan agar sinergi dengan mutu layanan.

“Nasib perawat juga harus diperhatikan, mereka selama ini sudah memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat,” katanya.

Disisi lain lanjutnya, masuknya rumah sakit internasional ke Indonesia membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan perawat menjadi lebih bagus.

“Kesejahteraan lebih bagus dibanding RS yang domestik. Hal ini memicu pergerakan perawat yang dari RS domestik, terutama yang ahli ke RS yang baru karena mengejar kesejahteraan,” katanya.

Ia mengatakan, masuknya rumah sakit internasional ini juga persaingan diantara rumah sakit di Jawa Tengah sehingga lambat laun kesejahteraan perawat itu semakin bagus.

“Saya bersyukur di era globalisasi ini bisnis bida ng kesehatan sekarang liberal sehingga investasi asing boleh mendirikan RS di Indonesia dengan penguasaan sebagian besar saham, sekarang tumbuh banyak di kota-kota besar,” katanya

Kemudian pada era BPJS Kesehatan, masyarakat ketika sakit tidak memikir biaya, sehingga mereka mudah diakses ke rumah sakit, akibatnya sekarang banyak tumbuh RS.

Ia mencontohkan kesejahteraan perawat di RS Kariadi, lulusan baru dengan gaji Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan, hal ini bagus bagi kesejahteraan perawat dibanding waktu lalu.

“Memang baru dibeberapa rumah sakit saja, tapi setidaknya sudah membangkitkan persaingan diantara sesama pelayanan kesehatan,” katanya.(Set)

Dilihat: 72Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »