Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 00.07

Tantang Persibat di Jawa Tengah PSPS Tanpa Pelatih Kepala

PSPS

Tantang Persibat di Jawa Tengah PSPS Tanpa Pelatih Kepala

Skuad PSPS akan bentrok dengan Persibat Batang Selasa besok (2/7/2018) di Batang tanpa didampingi pelatih kepala Hendri Susilo.

Tantang Persibat di Jawa Tengah PSPS Tanpa Pelatih KepalaTribun Pekanbaru/Doddy VladimirPSPS

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Palti Siahaan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Skuad PSPS akan bentrok dengan Persibat Batang Selasa besok (2/7/2018) di Batang.

Dalam laga away ini, PSPS tidak akan didampingi pelatih kepala Hendri Susilo.

Saat ini skuad PSPS baru bertolak ke Batang, Jateng.

Rencana bertolak pada Minggu (1/7/2018) lalu tidak te rwujud.

Dalam rombongan skuad PSPS itu, tidak ada Hendri Susilo.

Pelatih kepala PSPS Hendri Susilo
Pelatih kepala PSPS Hendri Susilo (Tribunpekanbaru/palti)

Baca: Jadwal Brasil Vs Meksiko Malam Ini, Begini Prediksi Para Dukun Piala Dunia 2018

Baca: Jadwal Belgia vs Jepang di Piala Dunia 2018, Ini Prediksi Skor dan Susunan Pemain

Sang pelatih ternyata sedang mengikuti kursus pelatih lisensi A AFC di Depok.

"Saya sedang kursus sekarang. Makanya enggak bisa dampingi tim nantinya," kata Hendri, Senin ( 2/7/2018).

Kursus kali ini merupakan tahap 3 atau tahap terakhir.

Sebelumnya, Hendri sudah melalui dua tahap dalam kursus ini.

Walau tidak ikut mendampingi tim, Hendri selama sepekan ini memimpin latihan skuad PSPS.

Selain latihan, digelar dua kali ujicoba untuk persiapan melawan Persibat Batang.(*)

Baca: Spanyol vs Rusia: Laga Terakhir Andres Iniesta Bersama Timnas Spanyol

Baca: Fernando Hierro Ungkap Penyebab Kekalahan Spanyol Atas Rusia

Penulis: palti Editor: Afrizal Sumber: Tribun Pekanbaru Ikuti kami di Tak Terima Fotonya dan Sabrina Chairunnisa Disebar, Deddy Corbuzier 'Bobol' DM Akun Gosip Sumber: Berita Jawa Tengah

thumbnail

Posted by On 00.07

Jawa Tengah, PDIP, dan Pemilu 2019

Ilustrasi: Sejumlah pendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin melakukan perayaan kemenangan dengan aksi jalan kaki di Jalan Dr Cipto, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6).
Ilustrasi: Sejumlah pendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin melakukan perayaan kemenangan dengan aksi jalan kaki di Jalan Dr Cipto, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6). | Aditya Pradana Putra /ANTARA FOTO

Anggapan, bahwa Jawa Tengah tak ramah terhadap petahana, akhirnya tumbang. Ganjar Pranowo kembali akan memimpin Jawa Tengah versi quick count (QC) beberapa lembaga survei. Dengan popularitas dan soliditas kader partai , Ganjar telah berhasil melawan kutukan kekalahan petahana.

Kemenangan Ganjar ini tentu tak lepas dari suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai provinsi “basis merah” tentunya partai banteng moncong putih tidak ingin kehilangan suara. Jawa Tengah selalu menjadi pertaruhan bagi PDIP. Bahkan Ketua Umum PDIP selalu memberi peringatan kepada tim sukses. Jika calon PDIP kalah, mereka akan “disembelih”.

Kemenangan Ganjar saat ini tentu berbeda dengan kekalahan Bibit Waluyo di Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) 2013. Saat itu Bibit Waluyo tidak didukung oleh PDIP. PDIP mendukung pasangan Ganjar-Heru. Padahal pada Pilkada 2008 Bibit, pemilik jargon bali ndeso mbangun ndeso itu, adalah calon gubernur yang didukung oleh PDIP.

Kekalahan petahana pada 2013 juga disebabkan kurang solidnya mesin partai yang mendukung Bibit. Kurang bekerjanya mesin partai ini juga dikarenakan Bibit merasa unggul. Bibit dulu sepertinya kurang memedulikan basis suara PDIP yang menyebar di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah.

Rumah banteng

Jawa Tengah memang menjadi rumah bagi PDIP. Rumah ini pasti selalu ingin dijaga oleh Megawati selaku ketua umum partai. Segala daya dan upaya diusahakan untuk memenangkan pasangan calon Ganjar-Yasin. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. Pasangan ini memperoleh suara 58 persen.

Namun, perolehan ini tidak cukup besar bagi PDIP Jawa Tengah. Suara ini jauh dari banyak survei yang dirilis jelang Pilkada. Survei jelang Pilkada menempatkan Ganjar-Yasin menang mutlak 78 persen dibandingkan pasangan Sudirman-Ida.

Jika melihat kecenderungan survei jelang Pilkada, suara PDIP dominan menguasai hampir seluruh wilayah Jawa Tengah. Kekuatan suara menyebar merata di hampir semua kabupaten/kota.

Namun, melihat hasil QC, PDIP tidak lagi menjadi kekuatan utama di kabupaten/kota. Partai pengusung Sudirman-Ida dapat mengambil ceruk suara PDIP di beberapa daerah. Seperti di daerah selatan dan bagian teng ah Jawa Tengah.

Rontoknya sebagian suara PDIP ini perlu menjadi catatan penting bagi Ganjar dan PDIP. Pasalnya, kurang dari setahun lagi pemilu 2019 akan terselenggara. PDIP tentu tidak ingin suaranya hilang banyak di pemilu 2019. Mereka pun ingin tetap menjadikan Jawa Tengah sebagai rumah banteng.

Hal itu juga mengingat kekalahan calon PDIP di Jawa Barat dan Jawa Timur. Walaupun bukan lumbung suara utama, kekalahan calon PDIP di Jawa Barat dan Jawa Timur perlu menjadi catatan sendiri bagi pengurus PDIP.

Apalagi di Jawa Barat pasangan calon yang diusung PDIP hanya memperoleh suara 12 persen. Walaupun melampaui beberapa survei jelang Pilkada, perolehan ini tidak cukup untuk memperkuat basis PDIP di Jawa Barat.

Kembali pada kontestasi di Jawa Tengah, PDIP perlu memikirkan formula agar suaranya tidak hilang. Salah satunya adalah mendekat pada basis suara umat Islam. Basis suara umat Islam perlu disapa oleh PDIP dengan menempatkan calon-calon dari rahim ormas I slam di setiap daerah pemilihan. Pintu masuknya tentu adalah Ganjar-Yasin.

Ganjar dapat masuk ke wilayah “suara hijau” untuk menjaga harmoni. Walaupun tidak mudah, mengandalkan suara tradisional di Jawa Tengah bisa menggerus suara PDIP. Apalagi tahun 2019 pemilih pemula dari kelompok milenial akan menggunakan suaranya.

Lebih lanjut, perolehan suara Sudirman-Ida yang melampaui ekspektasi lembaga survei pun menguatkan harapan partai-partai Islam untuk mendulang suara di pemilu 2019. Jika parpol Islam ingin mendulang suara, maka perolehan Sudirman-Ida perlu dijaga.

Artinya, pasca Pilkada, kader parpol Islam perlu terus menjalin silaturahmi dengan kekuatan-kekuatan masyarakat. Menjadi suara dengan terus membangun komunikasi ini penting demi menguatkan basis di setiap wilayah.

Politik berkeadaban

Saat semua bekerja melalui pendidikan politik yang beradab, maka Pemilu akan menjadi ruang dialog kewargaan. Pemilu akan menjadi ruang partisipasi publik menyuarakan opini dan pilihan. Opini dan pilihan yang didasarkan pada rasionalitas dan keyakinan terhadap adanya perubahan akan menggerakkan kehidupan menuju keadaban.

Kerja itu pula yang akan menggerus suara golput. Golput yang masih tinggi -sekitar 30 persen0- menjadi tantangan bagi pemimpin.

Golput bukan pilihan bijak. Golput telah merusak demokrasi. Demokrasi yang dibiayai mahal oleh pemerintah sengaja “dirusak” oleh segelintir orang yang apatis. Kelompok apatis perlu mendapat sentuhan “demokrasi” agar mereka terbangun untuk memilih di pemilu 2019.

Ini adalah tantangan semua. Ganjar-Yasin yang akan memimpin Jawa Tengah perlu menjadi pemimpin semua warga Jawa Tengah. Walaupun mereka pasti tetap akan menjadi kader PDIP dan PPP, namun kepentingan warga Jawa Tengah perlu menjadi yang utama.

Pesta demokrasi Pilkada memang telah usai. Namun, bangsa Indonesia akan menghadapi pemilu 2019.

Pemilu 2019, khususnya di Jawa Tengah, akan menjadi pert aruhan bagi PDIP. Apakah partai ini masih menjadi primadona atau warga Jawa Tengah akan berpindah ke lain hati. Kita tunggu jawabannya di April 2019.

Benni Setiawan, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan P-MKU Universitas Negeri Yogyakarta.
Sumber: Berita Jawa Tengah

thumbnail

Posted by On 00.07

Jawa Tengah, PDIP, dan Pemilu 2019

Ilustrasi: Sejumlah pendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin melakukan perayaan kemenangan dengan aksi jalan kaki di Jalan Dr Cipto, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6).
Ilustrasi: Sejumlah pendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin melakukan perayaan kemenangan dengan aksi jalan kaki di Jalan Dr Cipto, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6). | Aditya Pradana Putra /ANTARA FOTO

Anggapan, bahwa Jawa Tengah tak ramah terhadap petahana, akhirnya tumbang. Ganjar Pranowo kembali akan memimpin Jawa Tengah versi quick count (QC) beberapa lembaga survei. Dengan popularitas dan soliditas kader partai , Ganjar telah berhasil melawan kutukan kekalahan petahana.

Kemenangan Ganjar ini tentu tak lepas dari suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebagai provinsi “basis merah” tentunya partai banteng moncong putih tidak ingin kehilangan suara. Jawa Tengah selalu menjadi pertaruhan bagi PDIP. Bahkan Ketua Umum PDIP selalu memberi peringatan kepada tim sukses. Jika calon PDIP kalah, mereka akan “disembelih”.

Kemenangan Ganjar saat ini tentu berbeda dengan kekalahan Bibit Waluyo di Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) 2013. Saat itu Bibit Waluyo tidak didukung oleh PDIP. PDIP mendukung pasangan Ganjar-Heru. Padahal pada Pilkada 2008 Bibit, pemilik jargon bali ndeso mbangun ndeso itu, adalah calon gubernur yang didukung oleh PDIP.

Kekalahan petahana pada 2013 juga disebabkan kurang solidnya mesin partai yang mendukung Bibit. Kurang bekerjanya mesin partai ini juga dikarenakan Bibit merasa unggul. Bibit dulu sepertinya kurang memedulikan basis suara PDIP yang menyebar di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah.

Rumah banteng

Jawa Tengah memang menjadi rumah bagi PDIP. Rumah ini pasti selalu ingin dijaga oleh Megawati selaku ketua umum partai. Segala daya dan upaya diusahakan untuk memenangkan pasangan calon Ganjar-Yasin. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. Pasangan ini memperoleh suara 58 persen.

Namun, perolehan ini tidak cukup besar bagi PDIP Jawa Tengah. Suara ini jauh dari banyak survei yang dirilis jelang Pilkada. Survei jelang Pilkada menempatkan Ganjar-Yasin menang mutlak 78 persen dibandingkan pasangan Sudirman-Ida.

Jika melihat kecenderungan survei jelang Pilkada, suara PDIP dominan menguasai hampir seluruh wilayah Jawa Tengah. Kekuatan suara menyebar merata di hampir semua kabupaten/kota.

Namun, melihat hasil QC, PDIP tidak lagi menjadi kekuatan utama di kabupaten/kota. Partai pengusung Sudirman-Ida dapat mengambil ceruk suara PDIP di beberapa daerah. Seperti di daerah selatan dan bagian teng ah Jawa Tengah.

Rontoknya sebagian suara PDIP ini perlu menjadi catatan penting bagi Ganjar dan PDIP. Pasalnya, kurang dari setahun lagi pemilu 2019 akan terselenggara. PDIP tentu tidak ingin suaranya hilang banyak di pemilu 2019. Mereka pun ingin tetap menjadikan Jawa Tengah sebagai rumah banteng.

Hal itu juga mengingat kekalahan calon PDIP di Jawa Barat dan Jawa Timur. Walaupun bukan lumbung suara utama, kekalahan calon PDIP di Jawa Barat dan Jawa Timur perlu menjadi catatan sendiri bagi pengurus PDIP.

Apalagi di Jawa Barat pasangan calon yang diusung PDIP hanya memperoleh suara 12 persen. Walaupun melampaui beberapa survei jelang Pilkada, perolehan ini tidak cukup untuk memperkuat basis PDIP di Jawa Barat.

Kembali pada kontestasi di Jawa Tengah, PDIP perlu memikirkan formula agar suaranya tidak hilang. Salah satunya adalah mendekat pada basis suara umat Islam. Basis suara umat Islam perlu disapa oleh PDIP dengan menempatkan calon-calon dari rahim ormas I slam di setiap daerah pemilihan. Pintu masuknya tentu adalah Ganjar-Yasin.

Ganjar dapat masuk ke wilayah “suara hijau” untuk menjaga harmoni. Walaupun tidak mudah, mengandalkan suara tradisional di Jawa Tengah bisa menggerus suara PDIP. Apalagi tahun 2019 pemilih pemula dari kelompok milenial akan menggunakan suaranya.

Lebih lanjut, perolehan suara Sudirman-Ida yang melampaui ekspektasi lembaga survei pun menguatkan harapan partai-partai Islam untuk mendulang suara di pemilu 2019. Jika parpol Islam ingin mendulang suara, maka perolehan Sudirman-Ida perlu dijaga.

Artinya, pasca Pilkada, kader parpol Islam perlu terus menjalin silaturahmi dengan kekuatan-kekuatan masyarakat. Menjadi suara dengan terus membangun komunikasi ini penting demi menguatkan basis di setiap wilayah.

Politik berkeadaban

Saat semua bekerja melalui pendidikan politik yang beradab, maka Pemilu akan menjadi ruang dialog kewargaan. Pemilu akan menjadi ruang partisipasi publik menyuarakan opini dan pilihan. Opini dan pilihan yang didasarkan pada rasionalitas dan keyakinan terhadap adanya perubahan akan menggerakkan kehidupan menuju keadaban.

Kerja itu pula yang akan menggerus suara golput. Golput yang masih tinggi -sekitar 30 persen0- menjadi tantangan bagi pemimpin.

Golput bukan pilihan bijak. Golput telah merusak demokrasi. Demokrasi yang dibiayai mahal oleh pemerintah sengaja “dirusak” oleh segelintir orang yang apatis. Kelompok apatis perlu mendapat sentuhan “demokrasi” agar mereka terbangun untuk memilih di pemilu 2019.

Ini adalah tantangan semua. Ganjar-Yasin yang akan memimpin Jawa Tengah perlu menjadi pemimpin semua warga Jawa Tengah. Walaupun mereka pasti tetap akan menjadi kader PDIP dan PPP, namun kepentingan warga Jawa Tengah perlu menjadi yang utama.

Pesta demokrasi Pilkada memang telah usai. Namun, bangsa Indonesia akan menghadapi pemilu 2019.

Pemilu 2019, khususnya di Jawa Tengah, akan menjadi pert aruhan bagi PDIP. Apakah partai ini masih menjadi primadona atau warga Jawa Tengah akan berpindah ke lain hati. Kita tunggu jawabannya di April 2019.

Benni Setiawan, dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan P-MKU Universitas Negeri Yogyakarta.
Sumber: Berita Jawa Tengah

no image

Posted by On 02.11

Objek Wisata Jawa Tengah Ini Bisa Mendatangkan Jodoh

  • VIVA â€" Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang dikenal memiliki banyak destinasi wisata cukup indah. Mulai dari wisata pantai, gunung, hutan, sampai taman buatan hampir semuanya ada di provinsi ini.

    Dari beberapa destinasi wisata, ada beberapa lokasi unik yang dipercaya mampu membuat pengunjungnya jadi enteng jodoh.

    Objek wisata apa saja kah yang dipercaya mampu mendatangkan jodoh? Simak penjelasannya berikut.

    Lihat Juga
    • Berpetualang Dua Hari Satu Malam di Lampung Selatan

    • Melewati Perbatasan Darat Vietnam-Kamboja dengan Bus Malam

    • Nostalgia yang Membuatku Selalu Rindu Semarang

    Baca Selengkapnya ...

Sumber: Berita Jawa Tengah

thumbnail

Posted by On 22.44

Agar PPDB Online Lebih Mudah, Disdikbud Jateng Sarankan Calon ...

Agar PPDB Online Lebih Mudah, Disdikbud Jateng Sarankan Calon Peserta Manfaatkan Wifi Corner

Untuk informasi maupun secara teknis PPDB, calon peserta (pendaftar) bisa mengaksesnya di website jateng.siap-ppdb.com.

Agar PPDB Online Lebih Mudah, Disdikbud Jateng Sarankan Calon Peserta Manfaatkan Wifi Cornertribunjateng/deni setiawanLAUNCHING Tahun Pelajaran 2018/2019 dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara Gedung B Lantai II Kantor Disdikbud Jateng Jalan Pemuda Nomor 134 Kota Semarang, Jumat (8/6/2018).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Teknis pendaftaran secara onlin e dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA-SMK negeri secara serentak dilaksanakan mulai besok, Minggu (1/7/2018) pukul 00.00.

Untuk informasi maupun secara teknisnya, calon peserta (pendaftar) bisa mengaksesnya di website jateng.siap-ppdb.com.

Berkait PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019, beragam persiapan telah dilakukan pihak sekolah penyelenggara PPDB SMA negeri se Jawa Tengah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disddikbud) Provinsi Jawa Tengah dan PT Telkom Indonesia sebagai mitra penyedia aplikasi berbasis online tersebut.

“Silakan siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan dalam pendaftaran online mandiri PPBD SMA-SMK negeri tersebut. Pendaftaran sudah bisa dilaksanakan mulai pukul 00.00 nanti (Minggu (1/7/2018),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Sulistyo, kepada Tribunjateng.com, Sabtu (30/6/2018).

Guna memudahkan serta menjamin akses jaringan internet calon peserta PPBD, Sulistyo pun menyarankan ke pada mereka untuk bisa memanfaatkan Wifi Corner PT Telkom Indonesia yang telah tersedia di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Jadi, apabila ada yang terkendala jaringan akses atau agar jaringan dijamin stabil di saat mengaksesnya. Silakan bisa lakukan pendaftaran online tersebut di Wifi Corner.

Kami bersama PT Telkom Indonesia sudah menambah kapasitas serta kecepatan dalam aksesnya hingga 100 megabit per second,” ujarnya.

Sulistyo mengutarakan, Wifi Corner tersebut kini pula tidak hanya ada di kota-kota besar, tetapi juga menyebar di kota-kota kecil yang ada di Jawa Tengah ini. Sehingga dari daerah manapun bisa secara mudah menemukan lokasi tersebut.

“Stasiun Telepon Otomatis (STO) berbentuk Wifi Corner tersebut juga bisa menggunakan paket data PT Telkomsel yang merupakan anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia. Sehingga kami jamin dalam hal akses PPDB secara online di Jawa Tengah sudah tidak ada masalah,” tukasnya.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: deni setiawan Editor: m nur huda Sumber: Tribun Jateng Ikuti kami di Penyelamatan Ibu Hamil yang Coba Bunuh Diri di JPO Kuningan Timur usai Bertengkar dengan Suami Sumber: Berita Jawa Tengah

thumbnail

Posted by On 22.44

PPDB SMA/SMK Jawa Tengah Sudah Dibuka Hari Ini Secara Online

KOMPAS.com - Proses pendaftaran untuk Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) provinsi Jawa Tengah ( Jateng) sudah dibuka hari ini, 1 Juli 2018 secara daring atau online.

PPDB Online provisi Jateng memang sedikit berbeda dengan provinsi lain yang mensyaratkan verifikasi lebih dulu untuk dapat mendaftar secara online/daring.

Pendaftaran daring PPDB Jateng untuk jenjang SMA dan SMK telah dapat diakses di https://jateng.siap-ppdb.com/#/030001/daftar/gabungan.

Dalam proses pendaftaran calon siswa cukup memasukan nomor ujian atau Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), jenis lulusan dan tahun kelulusan.

Proses pendaftaran online ini terbuka untuk pendaftar dari Jateng maupun luar wilayah provinsi Jateng.

Jadwal pelaksanaan PPDB di provinsi Jateng:

  • 1 - 6 Juli 2018 : Pendaftaran mandiri secara online dapat dilaku kan selam 24 jam, kecuali hari terakhir (6/7/2018) pendaftaran sampai Pk. 15.00 WIB.
  • 2 - 6 Juli 2018 :Pendaftaran dan verifikasi berkas dilakukan langsung di sekolah tujuan mulai dari Pk. 08.00 - Pk. 13.00 WIB. Pendaftaran hari terakhir (6/7/2018) dilayani sampai Pk. 15.00 WIB.
  • 9 - 10 Juli 2018 : Analisis dan penyusunan peringkat dilakukan secara online.

Baca juga: PPDB Online Apa Saja yang Menentukan Masuk SMA?

  • 11 Juli 2018 : Pengumuman penerimaan dilakukan secara online.
  • 12 - 13 Juli 2018 : Pendaftaran ulang langsung di sekolah tujuan mulai Pk. 08.00 - Pk. 13.00 WIB.
  • 16 Juli 2018 : Hari pertama masuk sekolah.

Peserta didik yang diterima wajib melakukan daftar ulang, dan bagi yang tidak mendaftar ulang dianggap mengundurkan diri. Persyaratan daftar ulang bagi calon siswa yang dinyatakan diterima adalah dengan menunjukkan kartu pendaftaran asli, dan me nunjukkan ijazah asli.

Alur pendaftaran PPDB yang mendaftar langsung secara online:
1. Calon peserta didik membuka situs internet Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN/SMKN Provinsi Jawa Tengah (http:// ppdb.jatengprov.go.id)

2. Calon peserta didik mencetak hasil pendaftaran yang telah dilakukan melalui internet.

3. Calon peserta didik datang ke satuan pendidikan yang dipilihnya dan menyerahkan tanda bukti pendaftaran berupa print out atau hasil cetak pendaftaran dan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk dilakukan verifikasi oleh Panitia Pendaftaran.

4. Calon peserta didik menunggu pengesahan dan penyerahan tanda bukti pendaftaran dari Panitia Pendaftaran.

5. Calon peserta didik menerima tanda bukti pendaftaran dari Panitia sebagai bukti pada pendaftaran ulang apabila diterima.


Berita Terkait

Mendikbud: Jangan Ada Pungli dan Jual Beli Kursi dalam PPDB!

Pengumuman PPDB Jatim, Ini 10 SMA Favorit Surabaya

Libur Pilkada Serentak, PPDB DKI Diundur

Tips Memilih SMK dalam PPDB 2018

Terkini Lainnya

Bertemu Guru yang Dipecat, Ridwan Kamil Janji Carikan Pekerjaan Baru

Bertemu Guru yang Dipecat, Ridwan Kamil Janji Carikan Pekerjaan Baru

Regional 01/07/2018, 12:23 WIB Cara Kelurahan Kratonan, Solo Lestarikan Permainan Tradisional...

Cara Kelurahan Kratonan, Solo Lestarikan Permainan Tradisional...

Regional 01/07/2018, 12:11 WIB Lulus SMA, Bocah 8 Tahun asal Belgia Berencana Masuk Kuliah

Lulus SMA, Bocah 8 Tahun asal Belgia Berencana Masuk Kuliah

Internasional 01/07/2018, 12:02 WIB Warga di 2 TPS di Sumba Barat Daya Tolak Pemungutan Suara Ulang

Warga di 2 TPS di Sumba Barat Daya Tolak Pemungutan Suara Ulang

Regional 01/07/2018, 11:55 WIB Jakmania yang Di   duga Pukul Anak Menpora Jadi Tersangka tetapi Tak Ditahan

Jakmania yang Diduga Pukul Anak Menpora Jadi Tersangka tetapi Tak Ditahan

Nasional 01/07/2018, 11:35 WIB Tim SAR Kaltim-Kaltara Temukan 1 Jenazah Korban Tabrakan Spedboat

Tim SAR Kaltim-Kaltara Temukan 1 Jenazah Korban Tabrakan Spedboat

Regional 01/07/2018, 11:29 WIB PPDB Jateng Dibuka Hari Ini, Pahami Proses Seleksi SMA Jateng

PPDB Jateng Dibuka Hari Ini, Pahami Proses Seleksi SMA Jateng

Edukasi 01/07/2018, 11:21 WIB Warga Diimbau Tak Potong Hewan Kurban D   ekat 'Venue' Asian Games

Warga Diimbau Tak Potong Hewan Kurban Dekat "Venue" Asian Games

Megapolitan 01/07/2018, 11:12 WIB Polri Tunda Upacara Hari Bhayangkara, Ini Alasannya

Polri Tunda Upacara Hari Bhayangkara, Ini Alasannya

Nasional 01/07/2018, 10:56 WIB PPDB SMA/SMK Jawa Tengah Sudah Dibuka Hari Ini Secara Online

PPDB SMA/SMK Jawa Tengah Sudah Dibuka Hari Ini Secara Online

Edukasi 01/07/2018, 10:52 WIB Sekjen PDI-P: Pilkada Bukan soal Menang-Kalah tetapi soal Kaderisasi

Sek jen PDI-P: Pilkada Bukan soal Menang-Kalah tetapi soal Kaderisasi

Regional 01/07/2018, 10:42 WIB 1.637 Pemilih di Kota Baubau Ikuti Pemungutan Suara Ulang

1.637 Pemilih di Kota Baubau Ikuti Pemungutan Suara Ulang

Regional 01/07/2018, 10:31 WIB Hari Bhayangkara ke-72, Polri Gelar Jalan Sehat di Monas

Hari Bhayangkara ke-72, Polri Gelar Jalan Sehat di Monas

Nasional 01/07/2018, 10:08 WIB Olah Raga hingga Berburu Kuliner di CFD Condet

Olah Raga hingga Berburu Kuliner di CFD Condet

Megapolitan 01/ 07/2018, 09:59 WIB Lagi, Calon Penumpang Pesawat Tertangkap Bawa Sabu di Selangkangan

Lagi, Calon Penumpang Pesawat Tertangkap Bawa Sabu di Selangkangan

Regional 01/07/2018, 09:27 WIB Load MoreSumber: Berita Jawa Tengah

no image

Posted by On 09.35

Calhaj Jawa Tengah Beresiko Tinggi

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jawa Tengah Drs H Farchani SH MM mengatakan, 73 persen jamaah calon haji (Calhaj) Jawa Tengah termasuk beresiko tinggi, sehingga diharapkan untuk selalu menjaga kesehatan.

“Tujuh puluh tiga persen calhaj Jawa Tengah tahun ini termasuk beresiko tinggi karena factor usia, banyak yang sudah sepuh,” katanya kepada KRJOGJA.com, Sabtu (30/07/2018).

Dalam peresmian bimbingan manasik haji Kabupaten Purworejo Tahun 1439 H/2018 M di pendapa rumah dinas bupati Purworejo, Farchani berpesan, meskipun para calhaj ini sudah mengikuti manasik di KBIH masing-masing, namun harus tetap mengikut manasik yang diselenggarakan pemerintah, untuk menambah ilmu berhaji. “Ini agar dalam menjalankan ibadah haji nanti dapat berjalan lancar dan tidak bingung,” katanya.

Dijelaskan pula bahwa kuota haji setiap negar a sudah ditentukan berdasarkan rumus yang disepakati Organisasi Konperensi Islam (OKI). “Namun berkat kerjasama yang dijalin Presiden Jokowi dengan Raja Salman, Indonesia tahun ini mendapat tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu orang,” jelasnya.

Sementara itu menurut Kepala Kantor Kemenag Purworejo Drs H Bambang Sutjipto MPdI, calhaj asal Purworejo tahun ini berjumlah 730 orang, termasuk 6 orang tim pemandu haji daerah (TPHD) dan tim kesehatan haji daerah (TKHD). Sedang Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM berjanji akan menyertakan seorang dokter yang dibiyai sendiri, untuk melayani jamaah haji Purworejo. (Nar)

Sumber: Berita Jawa Tengah