www.AlvinAdam.com

Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 07.33

Kampung Piala Dunia di Sragen: Ada Ornamen Unik hingga ...

Bola.com, Sragen - Piala Dunia 2018 akan berlangsung di Rusia, 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Hal ini berarti sembilan hari lagi turnamen sepak bola terbesar sejagat raya itu akan bergulir.

Semarak ajang empat tahunan itu ikut dirasakan masyarakat pencinta sepak bola di seluruh dunia, termasuk warga di Kampung Gondang Baru, Kecamatan Gondang, Sragen. Mereka berkreasi dengan menyulap kampung mereka menjadi Kampung Piala Dunia.

Kampung yang berada di pesisir timur Kabupaten Sragen itu dipenuhi dengan ornamen berbau Piala Dunia. Mulai gapura yang menjadi gerbang masuk terdapat ornamen Piala Dunia.

Semakin masuk ke kampung, penggambarannya semakin kental dengan hiasan-hiasan Piala Dunia, termasuk bendera 32 kontestan tersebar di sudut-sudut kampung.

  • Pemilik Nomor Punggung 10 pada Piala Dunia 2018
  • Piala Dunia 2018: Cedera, Mohamed Salah Di pastikan Tetap ke Rusia
  • Ini 23 Pemain Belgia di Piala Dunia 2018, Eks Pemain Liverpool Tersingkir

Jalan-jalan kampung tak luput hiasan berupa kemeriahan suporter menyambut Piala Dunia. Selain itu, gambar bintang-bintang sepak bola dunia juga muncul di berbagai sudut.

Lalu terdapat pula poster raksasa bergambar riuhnya penonton Piala Dunia sebagai penegas, dan juga stadion mini sebagai tempat digelarnya berbagai acara dan lomba.

Satu di antara tokoh masyarakat setempat, Bambang Samekto, menceritakan ide pembutan Kampung Piala Dunia berasal dari usulan pemuda yang tergabung di Karang Taruna, sebelum puasa atau tepatnya pada 4 Mei 2018.

Pemuda tersebut ingin wilayah Gondang Baru mengikuti lomba hias Kampung Piala Dunia tingkat nasional.

1 dari 2 halaman

Anggaran dari Iuran

"Dari ide dan keinginan itulah, seluruh warga dan juga tokoh masyarakat dikumpulkan. Seluruh warga menyetujui rencana itu dan mem berikan dukungan penuh yang membuat Kampung Piala Dunia di wilayah kami bisa terealisasi," ungkap Bambang saat berbincang dengan Bola.com, Selasa (5/6/2018).

Pria yang juga Ketua DPRD Sragen itu menuturkan, selain suasana yang kental dengan Piala Dunia, satu di antara keunggulan adalah banyaknya perlombaan yang digelar.

Menurutnya beberapa acara yang dikemas menjadi daya tarik tersendiri. Kekompakan warga plus destinasi wisata Omah Londo atau Rumah Belanda sebagai warisan budaya menjadi nilai tambahan.

"Selain unik dalam hal ornamen, kami juga memiliki banyak kegiatan termasuk lomba sepak bola mini dengna suasana layaknya Piala Dunia. Untuk anggaran berasal dari iuran seluruh warga yang memang ingin menyemarakkan Piala Dunia sekaligus berharap bisa jadi juara dalam perlombaan," kata Bambang.

Poster Resmi Piala Dunia 2018 terinspirasi dari kiper legendaris Rusia, Lev Yashin.

Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

no image

Posted by On 04.57

Apresiasi Kinerja, PGRI Siap Kerja Bareng Ganjar Pranowo di ...

Liputan6.com, Semarang - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah menyatakan siap bekerja sama secara intensif dengan calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jika terpilih kembali untuk periode selanjutnya.

"PGRI mengakui kinerja impresif Gubernur Ganjar pada periode pertama dalam dunia pendidikan sehingga kami siap diajak bicara lagi ke depan," ujar Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Widadi saat berdialog dengan Ganjar Pranowo di Semarang, seperti dilansir Antara, Selasa (5/6/2018).

  • Gerindra Optimistis Sudirman Said Kalahkan Petahana di Pilkada Jateng
  • PDIP Banyumas Targetkan 700 Ribu Suara untuk Ganjar - Yasin
  • Unggul di Beberapa Survei, Ganjar Pranowo Terus Ikhtiar Menangi Pilgub

Dialog yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan itu juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia PGRI Sudharto da n Rektor Universitas PGRI Semarang Muhdi, serta puluhan pengurus dan anggota PGRI Jateng.

Rektor UPGRIS Muhdi juga mengapresiasi inisiatif Ganjar dalam memperjuangkan nasib guru-guru tidak tetap hingga ke Presiden Joko Widodo.

"Bahkan berkat perjuangan Ganjar Pranowo bersama PGRI, pemerintah pusat menyatakan akan merekrut 100 ribu guru," ucap Muhdi.

Dia bahkan mendoakan Ganjar Pranowo kembali terpilih sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023 sehingga bisa bekerja sama lebih baik lagi dengan PGRI.

"Kami siap membantu Pak Ganjar dalam berkontribusi memikirkan pendidikan di Jateng," kata Muhdi.

Peserta dialog mengusulkan agar pejabat di jajaran Dinas Pendidikan ditempati orang-orang yang berkompeten dan ada bantuan alat kesenian berupa gamelan di sekolah-sekolah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Simak video pilihan menarik berikut:

1 dari 2 halaman

Solusi Ganjar

Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jalan santai bersama SPSI (Dok. Tim Media Ganjar)
Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo jalan santai bersama SPSI (Dok. Tim Media Ganjar)

Sementara itu, Ganjar Pranowo menyebutkan, solusi pendidikan Indonesia bukan dengan meniru sistem pendidikan dari negara Finlandia, melainkan harus dikembalikan pada substansi mendidik, yakni menempa moral serta etika manusia.

"Saya pernah ke Finlandia, ke LAN-nya (Lembaga Administrasi Negara), pejabat tingginya orang partai, saya tanya bagaimana Anda memisahkan kepentingan politik dan profesionalisme birokrasi, jawabannya etika," kata Ganjar.

Dia juga bercerita bagaimana menerbitkan Peraturan Gubernur tentang pembatasan emisi kendaraan di lingkungan Pemprov Jateng pada setiap Jumat, di mana seluruh pegawai termasuk gubernur dilarang membawa kendaraan pribadi, t api boleh naik sepeda, kendaraan umum, atau jalan kaki.

"Regulasi itu saya cabut lagi karena semua curang, bawa mobil diparkir di Taman KB dan ironisnya yang pertama kali melanggar itu petugas Satpol Pamong Praja yang seharusnya menegakkan pergub. Jadi, ini soal moral dan etika, sistem dan regulasi nanti dulu deh," tutur Ganjar.

Ganjar juga mengaku sedih ketika mendapati kenyataan masih banyak guru yang menyuap agar bisa naik pangkat menjadi kepala sekolah.

Suami Siti Atikoh itu juga prihatin ada orang yang mau mendirikan sebuah sekolah, tetapi mencoba kolusi.

"Orang itu menyatakan akan mendukung Ganjar pada Pilgub Jateng jika izin pendirian sekolah diterbitkan, lalu saya bilang silakan mendaftar nanti diverifikasi, eh dijawab wong mau didukung kok enggak mau bantu, terus saya balas lagi kalau mendukung silakan, kalau pakai syarat tidak usah," tegas Ganjar.

Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

thumbnail

Posted by On 23.30

Kisah Aries Susanti, 'Spiderwoman' juara dunia panjat tebing ...

Kisah Aries Susanti, 'Spiderwoman' juara dunia panjat tebing: Puasa tak halangi latihan

Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dalam kategori speed climbing di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina.Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dalam kategori speed climbing di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina.

Meski puasa, Aries Susanti, peraih medali emas kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina, tetap semangat berlatih. Itu semua dilakukan guna mengangkat nama I ndonesia di kancah internasional.

Sore itu, Aries Susanti Rahayu, 23, baru saja melakukan pemanasan otot agar tidak tegang.

Beberapa kali dia berlari-lari kecil, melakukan hanging pada sebuah tumpuan besi, dan skipping atau lompat tali selama beberapa kali.

Sejenak dia duduk melemaskan otot-otot kaki, lalu berdiri dan berlari-lari lagi.

Perempuan ini mendapat julukan 'Spiderwoman' karena kecepatannya memanjat tebing dan berhasil meraih medali emas kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing - IFSC World Cup 2018 di Chongqing, Cina, Minggu (06/05).

  • Apa resep sukses kontingen atlet difabel Indonesia?
  • Indonesia juara umum ASEAN Para Games 2017

Aries Susanti menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 7,51 detik dan mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva.

Pada Selasa (22/05) lalu, Aries bersama anggota tim panjat tebing lainnya seperti Aspar Jaelolo y ang menyumbangkan medali perak, dan Puji Lestari yang menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia, berlatih di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta.

Itu adalah latihan pertamanya di bulan Ramadan setelah pulang dari laga Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Cina.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu dan para atlit panjat tebing lainnya sedang melakukan doa bersama sebelum memulai latihan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Meski di bulan puasa, Aries tetap berlatih penuh semangat, sesekali bercanda dengan timnya.

"Waktu itu (saat pertandingan) yang di pikiran saya, pokoknya saya harus tenang dan harus bisa ngibarin bendera Merah Putih . Karena itu keingin saya dan teman-teman semua tim panjat tebing," ujar Aries, seperti dilaporkan wartawan di Yogyakarta, Yaya Ulya, untuk BBC Indonesia.

"Alhamdulillah saya bisa dapat nomor satu kemarin," katanya. "Tanpa orang-orang di belakang saya, pelatih, pengurus, dan kalau saya tidak dipanggil di pelatnas ini, belum tentu saya bisa berdiri di podium dan menang kemarin," ujarnya sambil terus tersenyum.

Aries lahir di Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejak SD dia telah aktif di bidang atletik, dan pada kelas 2 SMP dia mulai terjun ke dunia panjat tebing.

"Saat itu saya dikenalkan guru saya, Pak Yuli. Dan saya melihat di TV ada olahraga panjat tebing yang seru dan menantang. Saat itulah saya tertarik panjat tebing," katanya.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu berkumpul bersama timnya sebelum melakukan latihan panjat tebing di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Dunia panjat tebing telah menjadi pilihan Aries. Sampai-sampai untuk menggeluti pilihannya secara serius, Aries meninggalkan bangku kuliah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) sebagai mahasiswi S1 Manajemen. "Semester 3 saya tinggal," katanya sambil tersenyum.

Tapi dia beharap, suatu saat bisa melanjutkan kuliahnya lagi di Unimus.

"Kalau bisa, mau saya lanjutkan sehabis Asian Games. Kalau tidak (bisa) ya saya kuliah lagi," imbuhnya.

Latihan di bulan puasa

Aries terus berlatih untuk menghadapai Asian Games 2018 nanti.

Sore itu dia telah bersiap menggenakan sepatu khusus panjat tebing. Dengan cekatan dia memasang seat h arness untuk mengikat tubuhnya ke tali.

  • Mengapa tanggapan kemenangan Ni Nengah di Paralimpiade tak seheboh Olimpiade?
  • SEA Games 2017: Keluh-kesah atlet yang tak kunjung diganti uang saku dan uang makan

Tangannya membawa kantung berisi bubuk putih magnesium klorida yang berfungi untuk mengurangi kelembapan pada telapak tangannya ketika memanjat tebing.

Aries berjalan menuju tebing setinggi 50 kaki atau seukuran 15 meter. Kaki kirinya menginjak papan elektornik, dan yang kanan menginjak pon pijakan di dinding panjatan.

Telapak tangannya terlihat kuat mencengkeram poin di dinding panjatan, siap untuk memulai.

Ketika lampu hijau menyala, Aries langsung bergegas memanjat tebing dengan cepat.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image capti on Aries Susanti Rahayu bersiap memanjat tebing dalam latihan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Tangan dan kakinya seolah hapal mana poin-poin yang harus dipegang dan diinjak sebagai tumpuan tubuhnya untuk naik. Dan setelah 8,26 detik, tangan kirinya menyentuh lampu merah sebagai tanda dia telah menyelesaikan panjatan.

Latihan di bulan puasa memang menguras energi, Aries mengaku badannya terasa lemas.

"Kita kan puasa dan (kalau) sorenya harus beraktivitas mungkin agak berat. Tapi buat saya, itu dinikmati saja. Mungkin kalau sore tidak kerasa yah, dan malah bisa untuk mengurangi rasa lapar saya," kata Aries.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aries Susanti Rahayu bergerak cepat memanjat tebing dalam latihan di Stadiun Mandala Krida Yogyakarta.

Meski begitu, di bulan puasa porsi latihan berkurang, yang tadinya intens pagi dan sore, kini hanya sore jam 16.00 sampai menjelang waktu buka puasa.

Hendra Basir, pelatih khusus speed tim panjat tebing Indonesia, mengatakan tim pelatih memiliki tugas besar untuk mengembalikan performa atlet dan menaikkan berat badan.

"Ini catatan besar buat tim pelatih, karena untuk mengembalikan performa harus mengembalikan komposisi otot dulu dan berat tubuhnya harus kembali seperti sedia kala," ujar Hendra.

Bukan satu-satunya 'Spiderwoman'

Penampilan Aries di IFSC World Cup 2018 membuatnya mendapat julukan Spiderwoman Indonesia. Namun dia buru-buru menimpali, "Di timnas ini banyak spiderwoman, bukan cuma saya," imbuhnya, merendah.

Dalam tim p anjat tebing, ada 20 atlet dalam kategori berbeda.

Untuk kategori speed ada 16 atlet yang terdiri delapan putra dan delapan putri termasuk Aries, dan kategori combine ada empat atlet terdiri dua putra dan dua putri.

"Untuk level performa semua sama, kebetulan yang menang kemarin itu Aries. Indonesia tidak hanya mengadalkan Aries saja. Ada Aries Susanti, Rajiah Salsabila, Puji Lesrati, Nurul Iqamah, dan lain-lain," ujar Hendra.

Hak atas foto BBC Indonesia/Yaya Ulya
Image caption Aspar Jaelolo yang menyumbangkan medali perak kategori Speed Climbing Performa pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing - IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China, melakukan latihan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (22/05).

Selain di kategori speed, Hendra mengatakan, Indonesia memilki peluang mendapatkan medali di kategori combine.

"Target dari Kemenpora, dua medali emas. Kita berharap bisa mencapai itu dan bahkan melebihi," kata Hendra.

Di Asian Games, menurut Hendra, Indonesia akan menghadapai lawan kuat seperti Iran, dan Cina di kategori speed putra, sedangkan untuk kategori speed putri ada Cina, Kazakhstan, dan Iran.

Aries pun tak mau terlena dengan kemenangan yang telah dia raih.

"Yang pasti kita semua ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Dan semoga saya bisa mempertahankan, syukur-syukur bisa lebih berprestasi lagi ke depannya," kata Aries.

Sumber: Google News | Berita 24 Jateng