www.AlvinAdam.com


Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Marwan Jafar Soroti Kesenjangan Sosial di Jateng saat Mengisi ...

Posted by On 16.15

Marwan Jafar Soroti Kesenjangan Sosial di Jateng saat Mengisi ...

Marwan Jafar Soroti Kesenjangan Sosial di Jateng saat Mengisi Seminar Nasional di Unissula Semarang

Calon Gubernur Jawa Tengah dari PKB itu menuturkan, tingkat pendidikan di Jawa Tengah masih rendah.

Marwan Jafar Soroti Kesenjangan Sosial di Jateng saat Mengisi Seminar Nasional di Unissula SemarangISTIMEWAMarwan Jafar mengisi Seminar Nasional dengan tema Peran Akademisi Dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2017).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Potret ketimpangan ekonomi sosial antara kota dan desa masih cukup tinggi sehingga dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi di daerah dan juga berimbas pada lemahnya peningkatan perekonomian nasional.

Demikian disampaikan mantan Menteri Desa, Marwan Jafar, dalam Seminar Nasional dengan tema Peran Akademisi Dalam Mengatasi Kesenjangan Sosial di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2017).

Dalam seminar tersebut, Marwan menyoroti soal ketimpangan yang terjadi di Jawa Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah sebanyak 4.493.750 jiwa di bawah Jawa Timur sebanyak 4.638.530 jiwa tetapi di atas Jawa Barat sebanyak 4.168.110 jiwa.

"Jadi separuh dari jumlah penduduk miskin Indonesia sebanyak 27.764.320 jiwa itu ada di Pulau Jawa," katanya.

Calon Gubernur Jawa Tengah dari PKB itu menuturkan, tingkat pendidikan di Jawa Tengah masih rendah dan wajib untuk segera di selesaikan karena angka rata-rata masyarakat Jawa Tengah dalam mengenyam pendidik an baru delapan tahun. Artinya rata-rata penduduk Jawa Tengah pendidikannya Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Bagaimana di luar Jawa Tengah atau luar Pulau Jawa? Ini yang harus menjadi PR bersama. Karena pendidikan rendah berimplikasi pada rendahnya tenaga kerja terdidik di Jawa Tengah," paparnya.

Dikatakan, 60% tenaga kerja di propinsi Jawa Tengah hingga saat ini masih lulusan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida`iyah (SD/MI). Sehingga pemerataan orang-orang terdidik masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah orang-orang yang belum cukup terdidik.

"Calon sarjana seperti kalian ini yang menjadi harapan kemajuan pembangunan Indonesia ke depan. Jadilah mahasiswa yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bukan malah menjadi mahasiswa yang menambah angka pengangguran," pesan Marwan, yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan mahasiswa.

Lebih jauh Marwan menjelaskan, desa dan kota mengalami pertumbuhan timpang yang cukup tinggi dengan kontribusi kota besar dan metropolitan terhadap pertumbuhan mencapai 32%.

"Sementara kontribusi kota menengah dan kecil hanya berkisar 7% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Menurut Bank Dunia, lanjut Marwan, ada 4 hal yang membuat ketimpangan sosial ekonomi, yaitu ketidaksetaraan kesempatan akses pendidikan, shock dalam perekonomian dan kurangnya daya beli, kesenjangan upah, dan keuntungan dari penguasaan aset-aset finansial yang hanya dinikmati segelintir orang.

Indonesia saat ini menempati urutan ke-4 negara paling timpang di dunia. 1% orang terkaya menguasai 49,3% kekayaan nasional. 10% orang terkaya menguasai 77% dari total kekayaan nasional.

Kendati jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan menurun dari 40% menjadi 8% sejak tahun 2000, manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut tidak merata.

รข€œMenurut data Global Wealth Report dan Bank Dunia, Indonesia menempati urutan ke-4 negara paling timpang di dunia lo ya," uj ar mantan Ketua Fraksi PKB DPR RI itu.(*)

Penulis: m zaenal arifin Editor: suharno Sumber: Tribun Jateng Ikuti kami di Ikuti Firasat Cek Jok Motor, Ibu 3 Anak Bongkar Perselingkuhan Suami yang Diulang Lagi dengan Janda Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »