www.AlvinAdam.com


Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Memanusiawikan Napi

Posted by On 16.20

Memanusiawikan Napi

FOCUS

Memanusiawikan Napi

Mereka menggeruduk kamar 20 Blok C dan mengeroyok Sutrisno serta Hasan Bisri. Sutrisno dan Hasan Bisri tak terima dengan perlakuan

Memanusiawikan Napitribunjateng/bramSIGIT WIDYA wartawan Tribun Jateng ok

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Apodaca, Nuevo Leon, Meksiko, 20 Februari 2012. Kerusuhan di lembaga pemasyarakatan (lapas) di kawasan tersebut meledak hebat. Sebanyak 44 narapidana (napi) terbunuh. Beberapa lainnya mengalami cedera.

Semua korban tewas berasal dari sel Blok D. Penyebab kerusuhan adalah persaingan antara Kartel Gulf dan Los Zetos. Keduanya merupakan organisasi kejahatan yang menguasai perdagangan obat bius di dalam penjara.

Kasus di Apodaca pun masuk lima besar di dunia kerusuhan terdahsyat yang terjadi di dalam lapas. Kedigdayaannya hanya kalah dari peristiwa di Carandiru Prison, Brasil.
Di kompleks penjara itu, pada 1992, terjadi pembantaian massal yang melibatkan polisi setempat. Ratusan korban berjatuhan. Lagi-lagi, tragedi dilatarbelakangi oleh perseteruan antargank.

Selasa (7/11) lalu, insiden serupa melanda Lapas Kelas II A Permisan, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Satu orang tak terselamatkan, sedangkan tiga lain luka-luka.

Polres Cilacap menetapkan tujuh tersangka dalam peristiwa tersebut. Pernyataan Kapolres Cilacap, Djoko Julianto, musabab kerusuhan adalah perselisihan antarnapi yang berebut pengaruh di dalam lapas.

Kubu John Kei, yang merasa pimpinannya dipukul, melancarkan balas dendam kepada Sutrisno. Sutrisno disinyalir bersama napi teroris ikut melakukan penyerangan ke kamar John Kei.

Mereka menggeruduk kamar 20 Blok C dan mengeroyok Sutrisno serta Hasa n Bisri. Sutrisno dan Hasan Bisri tak terima dengan perlakuan anak buah John Kei. Mereka mengejar dan balik menyerang.

Seorang napi atas nama Tumbur Piondi alias Bony, yang sedang berlari ke arah kamar, dijegal dan dikeroyok oleh Sutrisno dan Hasan cs. Sutrisno menikam, sementara Hasan memukul kepala korban menggunakan batu bata merah. Bony pun tewas secara tragis.

Butuh solusi tepat

Gejolak sosial dan benturan antarkelompok di lapas memang bukan barang baru. Namun, kalau tak pernah direm, bahkan kemudian memakan korban jiwa, pemerintah selayaknya segera turun tangan.

Seperti apa solusinya? Belum ada terobosan sahih untuk mengatasi permasalahan tersebut. Upaya mempekerjakan para napi di kompleks lapas ternyata tak jua mempan memalingkan perselisihan.

Satu garis besar yang paling bisa diterapkan hanyalah memperlakukan napi secara manusiawi. Mengubah cara pandang bahwa penjara adalah tempat menghabiskan masa hukuman perlu diubah.

Sel bukan rua ngan untuk mengurung orang. Sel adalah "rumah" untuk meminimalisasi dampak kejiwaan sekumpulan orang bermasalah. Selepas tinggal di sel, para napi seharusnya ada dorongan untuk tetap produktif dan memiliki kepercayaan diri tinggi.

Berkaca kepada persoalan yang melatarbelakangi, benturan dan rivalitas dalam lapas merupakan buntut dari perlakuan tidak manusiawi yang diterima oleh para napi. Kelebihan kapasitas, sarana, dan prasarana juga turut berkontribusi.

Di penjara, emosi mereka justru kian mudah tersulut. Tingkat stres mereka meningkat. Kalau karakter temperamental sudah terbentuk, alih-alih belajar tobat, mereka malah menjadi biang kerok kerusuhan. Wallahualam. (tribunjateng/sigit widya)

Penulis: sigit widya Editor: iswi dodo Sumber: Tribun Jateng Ikuti kami di Pensiunan PNS Perkosa Gadis 21 Tahun di Warung Kopi, Video Durasi 3 Menitnya Beredar Sumber: Tribun Jateng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »