www.AlvinAdam.com


Berita 24 Jawa Tengah

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 01.56

Warga Protes Harga Beras Mahal, Ganjar Langsung Operasi Pasar ...

SOLO, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan operasi pasar di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Sabtu (20/1/2018). Ganjar datang ke pasar tradisional di Solo itu setelah sebelumnya ada protes masyarakat melalui media sosial (medsos) terkait harga beras yang mahal.

"Masyarakat protes ke saya melalui medsos, teriak harga beras tinggi, terus kemudian orang berbicara impor, tidak impor, dan sebagainya," kata Ganjar di sela-sela operasi pasar di Pasar Legi Solo itu.,

Selain Ganjar, hadir juga saat itu pihak Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia (BI), Pemkot Surakarta, dan jajaran Pemprov Jawa Tengah. Tujuan kegiatan itu adalah untuk menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa harga beras di pasaran ada yang murah.

"Ada beras yang murah kok silakan dibeli. Hari ini saya ke pasar agar masyarakat semuanya tahu bahwa ada beras murah yang bisa dibeli. Kami memberikan kesempatan melalui operasi pasar ini agar operasi ini bisa menurunkan harga," kata dia.

Baca juga : Ganjar Kaget, Harga Beras C4 Tembus Rp 13.000 Per Kilo

Ganjar menyebutkan, Jawa Tengah dalam waktu dekat akan panen raya. Daerah Grobogan, Sragen, Kudus, dan beberapa tempat lain akan memasuki musim panen, dengan demikian gejolak harga beras di pasaran diperkirakan akan mereda.

Gajar menambahkan, tidak perlu ada beras impor untuk Jawa Tengah. Sebab cadangan beras di wilayah itu dipastikan cukup. Dia menyarankan apabila ada impor beras, beras impor itu disalurkan ke daerah lain.

"Puncak panen raya itu nanti Maret. Jadi enggak perlu ada impor beras ke Jateng," kata dia.

Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Surakarta, Titov Agus Sabela mengatakan, stok beras di wilayah eks Karesidenan Surakarta dipastikan aman.

"Stok beras sangat cukup sampai Maret hingga April pertengahan," kata Titov.

Berita Terkait

Ganjar Kaget, Harga Beras C4 Tembus Rp 13.000 Per Kilo

Didatangkan dari Malaysia, Ini Kisaran Harga Beras di Nunukan

Tekan Lonjakan Harga Beras, Puluhan Ton Ranstra Disalurkan di Babel

Terbiasa Simpan Hasil Panen, Warga Gunung Kidul Tak Tahu Harga Beras Naik

Terkini Lainnya

Berikan 'Like' di Medsos kepada Calon Kepala Daerah, PNS Bisa Kena Sanksi

Berikan "Like" di Medsos kepada Calon Kepala Daerah, PNS Bisa Kena Sanksi

Regional 20/01/2018, 16:48 WIB Jika Terus Terbelah, Hanura Berpotensi Hanya Jadi Penonton Pemilu 2019

Jika Terus Terbelah, Hanura Berpotensi Hanya Jadi Penonton Pemilu 2019

Nasional 20/01/2018, 16:38 WIB Dedi Mulyad   i: Ibu Ini Pejuang Keluarga yang Mampu Kelola Keuangan

Dedi Mulyadi: Ibu Ini Pejuang Keluarga yang Mampu Kelola Keuangan

Regional 20/01/2018, 16:29 WIB Senator Schumer: Trump yang Harus Disalahkan karena 'Shutdown'

Senator Schumer: Trump yang Harus Disalahkan karena "Shutdown"

Internasional 20/01/2018, 16:27 WIB Warga Protes Harga Beras Mahal, Ganjar Langsung Operasi Pasar di Solo

Warga Protes Harga Beras Mahal, Ganjar Langsung Operasi Pasar di Solo

Regional 20/01/2018, 16:20 WIB Kisah tentang Kelua   rga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

Kisah tentang Keluarga Anies Kehilangan Kucing Peliharaan Mereka

Megapolitan 20/01/2018, 16:15 WIB Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

Tak Ada Tambahan Anggaran untuk Verifikasi Faktual, KPU Diminta Hemat

Nasional 20/01/2018, 16:09 WIB 'Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak'

"Jalan di Samping Eks Kedubes Inggris Ditutup, Ombudsman Tidak Teriak"

Megapolitan 20/01/2018, 16:05 WIB JJ Rizal:    Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca 'Tweet' Saya

JJ Rizal: Jubir Wapres Kurang Teliti Membaca "Tweet" Saya

Megapolitan 20/01/2018, 16:00 WIB Donasi Pembaca 'Kompas.com' buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

Donasi Pembaca "Kompas.com" buat Ortu Selly, Penderita Hidrosefalus, Bisa Tebus Surat Rumah

Regional 20/01/2018, 15:56 WIB Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

Ridwan Kamil Resmi Tinggalkan Rumah Dinas Wali Kota Bandung

Regional 20/01/2018, 15:49 WIB Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

Anies Naik KRL ke Pernikahan Putri Bambang Widjoyanto

Megapolitan 20/01/2018, 15:46 WIB Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca 'Kompas.com'

Kondisi Terkini Selly, Penderita Hidrosefalus yang Sempat Ketuk Hati Pembaca "Kompas.com"

Regional 20/01/2018, 15:39 WIB Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

Polisi Akan Tes Kejiwaan Ibu yang Bunuh Bayinya di Tangsel

Megapolitan 20/01/2018, 15:19 WIB Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

Nasional 20/01/2018, 15:09 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jateng

no image

Posted by On 21.01

Jandia Eka Ditolak Halus Semen Padang Buat Kembali

Bola.com, Padang - Keinginan Jandia Eka Putra kembali membela klub kampung halamannya, Semen Padang bertepuk sebelah tangan. Tim Kabau Sirah tidak membuka pintu kembali buat kiper yang baru saja batal bergabung dengan PSPS Pekanbaru.

Jandia Eka pemain yang loyal membela Semen Padang. Kiper gondrong kelahiran 14 Juli 1987 tersebut sudah bergabung dengan Tim Urang Awak sejak 2009. Usai Semen Padang degradasi dari Liga 1, ia jadi salah satu pemain yang tak diperpanjang kontraknya.

  • Cristian Gonzales Kirim Sinyal ke Arema: Saya Belum Habis!
  • Rumor Andik Vermansah ke Persib, Ini Jawaban Sang Agen
  • Poin Stagnan, Timnas Indonesia Naik 2 Posisi di Ranking FIFA

Keputusan manajemen Semen Padang saat itu adalah karena PSSI menerapkan regulasi pembatasan pemain senior di pentas Liga 2. Belakangan aturan main itu ditinjau ulang. Setiap tim kasta kedua boleh bebas mendaftarkan pemain tanpa batasan usia berapapun.

Regulasi tersebut tentunya membuka kans bagi SemenP adang merekrut kiper senior. Pasalnya saat ini Kabau Sirah baru memiliki tiga penjaga gawang yang berusia di bawah 25 tahun. Mereka adalah Mukhti Alhaq (24 tahun), Achmad Iqbal Bachtiar (20) dan Rendy Oscario (20).

Meski begitu, tidak serta merta tim pelatih membuka kesempatan kembali menggunakan jasa Jandia Eka yang sempat beberapa kali dipanggil membela Timnas Indonesia tersebut.

Pasalnya, pelatih kiper SP, Zulkarnain Zakaria, menilai posisi penjaga gawang sudah full. Semen Padang tidak butuh tambahan kiper.

“Kami fokus mengorbitkan penjaga gawang baru. Itu makanya, kiper yang kita pakai usianya muda semua,” ujar pelatih kiper asal Banda Aceh itu, Jumat (19/1/2018).

Zulkarnaian menilai, kapan lagi kiper muda menunjukkan kemampuan mereka serta mendapat jam terbang, jika posisi itu tetapdi pegang oleh pem ain senior.

“Kemungkinan kami tidak akan menggunakan jasa Jandia Eka pada musim ini. Untuk musim berikutnya bisa saja, tergantung kebutuhan tim,” tutur Zulkarnain Zakaria.

Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

thumbnail

Posted by On 21.01

Kapan Lapas Indonesia bebas peredaran narkoba?

Merdeka > Peristiwa Kapan Lapas Indonesia bebas peredaran narkoba? Jumat, 19 Januari 2018 07:06 Reporter : Eko Prasetya Barang bukti pengedar sabu jaringan Lapas Cilegon. ©2017 Merdeka.com/kirom

Merdeka.com - Menjadi narapidana, kerap tak membuat jera para pengedar narkoba. Mereka bahkan bisa mengendalikan narkoba dari dalam Lapas.

Tak jarang, keterlibatan sipir penjara membantu si band ar dalam mengedarkan narkoba. Pengungkapan kasus oleh kepolisian, tak membuat jera para sipir.

Teranyar, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menangkap Kepala Rumah Tahanan Purworejo berinisial CAS berkaitan dengan sindikat bisnis narkotika yang dilakukan di dalam tempat tahanan itu. Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) AKBP Suprinarto, membenarkan penangkapan tersebut.

"CAS ditangkap di Purworejo pada Senin siang. Penangkapan dilakukan bersama tim gabungan BNN pusat," kata Suprinarto.

Ia menuturkan, CAS ditangkap atas dugaan memberi kemudahan terhadap narapidana bernama Kristian Jaya Kusuma dalam menjalankan bisnis narkotika dari balik penjara. CAS pun diberhentikan dari jabatannya.

Kasus bisnis narkotika oleh Kristian Jaya Kusuma sempat menyeret salah seorang oknum anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng atas dugaan suap. Anggota polisi berinisial KW ditangkap petugas BN N atas dugaan suap terhadap salah seorang perwira BNN Jateng berkaitan dengan perkara Kristian. Kasus anggota polisi berpangkat AKP itu sekarang ditangani Bidang Propam Polda Jateng.

Memutus rantai peredaran narkoba dari Lapas, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) tengah mempersiapkan empat lembaga pemasyarakatan khusus bandar narkoba kelas kakap. Lapas khusus bandar narkoba itu nantinya bekerja sama dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian.

"Mengingat sulitnya menangani bandar narkoba ini Kemenkumham akan kerja sama dengan BNN dan kepolisian untuk awasi para bandar," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Ma'mun.

Ma'mun mengatakan, empat lapas itu di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, lapas di Langkat, Sumatera Utara, Lapas Batu di Nusakambangan, Jawa tengah, dan Lapas Kasongan di Kalimantan Tengah. Menurut dia, penghuni lapas khusus itu saat ini tengah menunggu koordinasi dengan pih ak BNN.

"Kita tentukan bersama dengan BNN. Mudah-mudahan dengan pengawasan bersama dan berlapis mampu menghentikan mengendalikan narkoba dari dalam lapas," ujar dia.

Humas BNN Kombes Sulistriandriatmoko mengakui memutus jaringan narkoba dalam lapas tak bisa dilakukan sendiri. Menurutnya, pihak Kemenkum HAM harus melakukan perubahan mendasar.

"Terkait dengan sistem pengawasan baik terhadap perilaku narapidana, warga binaan, termasuk sipir penjara juga," kata Sulis kepada merdeka.com, Kamis (18/1) malam.

Sulis mengatakan, BNN tidak bisa melakukan pembenahan itu karena merupakan ranah Kemenhum HAM, yakni Dirjen Lapas. BNN, kata dia, hanya mengungkapkan kasus dan memberikan data-data akurat.

"Kenyataan berulang-ulang ketika kami mengungkap dan melakukan penangkapan, sebagian besar ternyata pengendali dalam Lapas. Itu menunjukkan mereka mampu membangun jaringan bekerja sampai ke luar negeri. Itu juga yang menjadi keprihatin an Pak Buwas (Kepala BNN Komjen Budi Waseso)," tuturnya.

Selain itu, BNN tak ingin menurunkan kewibawaan lembaga lain dengan penangkapan dan pengungkapan itu. "Kita hanya ingin buktikan kepada lembaga bersangkutan," tuturnya. [eko]

Baca Juga:
Napi di Lapas Aceh atur pengiriman 222 Kg ganja ke Sumut dan RiauAmankan bisnis narkoba di lapas, Karutan Purworejo dicopot2 Narapidana Lapas Makassar tertangkap sembunyikan 13 saset sabu di celana dalamBNN rilis pelaku bisnis narkotika yang menjerat Kepala Rutan PurworejoBudi Waseso: Anggota BNN berkhianat akan ditembak ramai-ramai!
Topik berita Terkait:
  1. BNN
  2. Jaringan Narkoba Di Lapas
  3. Kasus Narkoba
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Polda Jateng kantongi situs penyebar kampanye hitam

  • Hanya didukung Gerindra, PKS yakin menangkan Pilkada Karanganyar

  • Hendak dilaporkan pendukung Khofifah-Emil ke BK, ketua DPRD Jatim minta maaf

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Berita 24 Jateng

thumbnail

Posted by On 21.01

"Startup" Wisata Indonesia Ini Raih Penghargaan PBB di Spanyol

JAKARTA, KOMPAS.com â€" Salah satu startup karya anak bangsa meraih penghargaan pariwisata tingkat dunia dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO/Organisasi Pariwisata Dunia PBB) di Madrid, Spanyol, Rabu (17/1/2018).

Ialah Triponyu, marketplace wisata yang menghubungkan wisatawan dengan masyarakat lokal penyedia jasa wisata menarik. Ia meraih juara dalam kategori UNWTO Award for Innovation in Nongovermental Organizations sehingga mengharumkan nama bangsa di internasional.

(Baca juga: Bangga! Indonesia Raih Juara Inovasi Wisata UNWTO di Spanyol)

Inovasi dalam hal pariwisata yang dilakukan startup ini memang unik. Tidak hanya mengemasnya dalam teknologi, tetapi juga sistemnya yang memberdayakan dan menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat.

"Siapa pun masyarakat, apa pun profesinya yan g punya ide seru tentang kuliner, kearifan lokal, tempat seru, kerajinan yang bisa dikemas jadi wisata di daerahnya, kita sambungkan dengan wisatawan," ujar Alfonsus Aditya, salah satu founder yang kini sebagai Chief Financial Officer Triponyu, saat dihubungi KompasTravel, Kamis (18/1/2018).

(Baca juga: Kisah Pembuatan Video Wonderful Indonesia yang Menangi Kompetisi UNWTO)

Laki-laki yang kerap disapa Adit itu mengatakan, Triponyu didirikan bersama dua teman lain asal Kota Solo, yaitu Augustinus Adhitya sebagai Chief Executive Officer dan Onny Sumantri sebagai Chief Operating Officer.

Meski baru berumur 1,5 tahun, startup ini telah menunjukkan capaian luar biasa. Selain mendapat penghargaan dari salah satu badan PBB, startup ini juga menyediakan lapangan pekerjaan bagi ratusan masyarakat di berbagai daerah.

Pariwisata Harus Menyejahterakan Semua Kalangan

"Awalnya karena kami lihat warga lokal itu hanya jadi penonton wisata. Padahal, di sekitarnya pasti banyak kuliner, tempat, dan aktivitas menarik yang bisa dijadikan wisata di luar tempat wisata pada umumnya," katanya saat masih di Madrid seusai menerima penghargaan UNWTO.

Ia tidak membatasi siapa pun masyarakat yang memiliki ide wisata, baik dari kalangan mana dan profesinya apa. Namun, ia bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di berbagai daerah untuk mengumpulkan masyarakat yang memiliki ide wisata menarik.

Masyarakat lokal tersebut nanti sekaligus akan menjadi pemandu wisata yang disebut local friend. Satu trip yang dipandu local friend maksimal bisa diikuti 10 wisatawan.

Destinasi dan paket-paket wisatanya pun dirancang langsung oleh masyarakat dengan harga yang transparan.

"Semua kami transparan, harga harus dirinci untuk keperluan apa saja. Karena memang kesepakatannya 93 persen dari total biaya untuk masyarakat yang membuat t rip. Tapi kita cek benar-benar (perinciannya)," ungkap Adit.

Untuk memastikan keamanan dan keseriusan masyarakat yang membuat trip wisata, mereka diharuskan mengisi form yang cukup detail, termasuk data diri dan karti identitas (KTP, SIM, atau paspor).

"Jadinya, semua bisa ikut merasakan manfaat wisata, mulai perajin, sampai tukang parkir di desa, dapat juga. Jadi pariwisata harusnya bisa menyejahterakan semua kalangan," ujarnya.

Sejak dibuat pada Juli 2017 lalu, hingga kini Adit mengatakan telah ada 50 lebih trip yang bisa dipilih wisatawan. Tentunya itu dibuat langsung oleh masyarakat, mulai dari wisata budaya, kearifan lokal, membuat kerajinan, hingga mencicipi hidangan masyarakat.

Bermula hanya wisata sekitar Solo dan Jawa Tengah, kini merambah Bali, beberapa kota di Jawa Timur, dan Jakarta. Kini yang sedang ia kembangkan ialah daerah Indonesia timur bekerja sama dengan Sumba Hospitality Foundation.

Penikmatnya pun beragam, mulai dari w isatawan dalam negeri hingga internasional. Hanya ia mengatakan belum bisa memetakan dari mana saja wisatawan yang paling banyak.

"Sampai sekarang masih relatif sama, belum ada yang dominan. Untuk luar negeri, pernah dari Rusia, Spanyol, Perancis, baru Eropa sih," ungkapnya.

Ke depan, menurutnya, ia tidak bisa berpuas diri dengan capaian penghargaan UNWTO tersebut. Ia masih harus banyak membenahi sistemnya, tentu tanggung jawabnya kini semakin besar.

UNWTO dibentuk tahun 1957 dan penghargaan itu sudah diluncurkan sejak 2003. Badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini yang menyelenggarakan penghargaan paling bergengsi di level dunia dengan sistem penjurian paling ketat.

Ada enam penghargaan tiap tahunnya yang dibagi menjadi dua, yakni dua penghargaan untuk individu dan empat penghargaan untuk kegiatan spesifik.

Dua penghargaan bidang individu itu adalah UNWTO Ulysses Prize for Excellent in The Creation and Dessimination of Knowledge dan UNWTO Life Time Achievement Award. Empat penghargaan kegiatan spesifiknya, yaitu UNWTO Award for Innovation in Public Policy and Goverment, UNWTO Award for Innovation in Enterprise, UNWTO Award for Innovation in Non Govermental Organizations, dan UN-WTO Award for Innovation in Research and Technology.

Berita Terkait

Inilah Daftar Pemenang Kompetisi Video Pariwisata Dunia UNWTO

Rhenald: Kemenangan di UNWTO Makin Tingkatkan Eks istensi Pariwisata RI

Pasca Menyabet Penghargaan di UNWTO, Ini PR Pariwisata Indonesia

Kisah Pembuatan Video Wonderful Indonesia yang Menang Kompetisi UNWTO

Bangga! Indonesia Raih Juara Inovasi Wisata UNWTO di Spanyol

Terkini Lainnya

Menengok Jejak Peninggalan Hindu dan Islam yang Berdampingan di Garut

Menengok Jejak Peninggalan Hindu dan Islam yang Berdampingan di Garut

Travel S tory 20/01/2018, 11:30 WIB Tak Hanya Menikmati Seni Gelas, Anda Bisa Membuatnya Sendiri di Nagano

Tak Hanya Menikmati Seni Gelas, Anda Bisa Membuatnya Sendiri di Nagano

Jepang Terkini 20/01/2018, 10:04 WIB Daftar Pantai Terbaik di Dunia untuk dikunjungi Sepanjang 2018

Daftar Pantai Terbaik di Dunia untuk dikunjungi Sepanjang 2018

Travel Story 20/01/2018, 09:53 WIB Pantai Nyang Nyang di Bali Masuk dalam Daftar Pantai Terbaik Dunia

Pantai Nyang Nyang di Bali Masuk dalam Daftar Pantai Terbaik Dunia

Travel Story 19/01 /2018, 20:47 WIB 7 Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Liburan Musim Dingin di Eropa

7 Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Liburan Musim Dingin di Eropa

Travel Tips 19/01/2018, 20:00 WIB Jajan Kenyang Rp 30.000 di Pinggir Sungai Mekong

Jajan Kenyang Rp 30.000 di Pinggir Sungai Mekong

Travel Story 19/01/2018, 19:34 WIB Jual Paket Wisata, Pemerintah Manfaatkan Asian Games dan Meeting IMF

Jual Paket Wisata, Pemerintah Manfaatkan Asian Games dan Meeting IMF

News 19/01/2018, 19:00 WIB Mengenal Aplikasi Wisata Triponyu, Juara 1 Inovasi Wisata Versi UNWTO

Mengenal Aplikasi Wisata Triponyu, Juara 1 Inovasi Wisata Versi UNWTO

News 19/01/2018, 18:00 WIB Pelesiran ke Tokyo, Jangan Lupa Coba Tujuh Rice Bowl Ini

Pelesiran ke Tokyo, Jangan Lupa Coba Tujuh Rice Bowl Ini

Jepang Terkini 19/01/2018, 17:19 WIB Apa Kabar 10 Destinasi Prioritas Pariwisata 'Bali Baru'?

Apa Kabar 10 Destinasi Prioritas Pariwisata "Bali Baru"?

News 19/01/2018, 16:43 WIB 'Startup' Wisata Indonesia Ini Raih Penghargaan PBB di Spanyol

"Startup" Wisata Indonesia Ini Raih Penghargaan PBB di Spanyol

News 19/01/2018, 13:05 WIB 5 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Saat Musim Dingin di Eropa

5 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Saat Musim Dingin di Eropa

Travel Tips 19/01/2018, 11:07 WIB Pantai Wediombo, Pantai Surga Selancar di Yogyakarta

Pantai Wediombo, Pantai Surga Selancar di Yogyakarta

News 19/01/2018, 09:10 WIB Untuk Turis Milenial, Ini 5 Destinasi Eksotis di Sumba

Untuk Turis Milenial, Ini 5 Destinasi Eksotis di Sumba

Travel Story 19/01/2018, 07:48 WIB 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Musim Dingin di Eropa

5 Rekomendasi Destinasi Wisata Musim Dingin di Eropa

Travel Tips 19/01/2018, 06:20 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Jateng